Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menginginkan adanya pemilihan atas jabatan Gubernur Yogyakarta masuk ke Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta. Namun, belakangan melunak, apabila hal tersebut tidak disetujui pemerintah tidak akan memaksakan.
"Kalau
usulan pemerintah tidak disetujui ya nggak apa-apa," ujar Menteri Dalam
Negeri, Gamawan Fauzi saat rapat kerja dengan DPD di gedung Nusantara V DPR, Jakarta, Senin(17/1/2011).
Menurut
Gamawan, pemerintah pada dasarnya sangat mencintai Sultan
Hamengku Buwono X. Karena itu, harus dipikirkan bagaimana nasibnya nanti
saat Sultan memasuki hari tuanya, tetapi masih menjabat Gubernur di
Yogyakarta.
Gamawan juga menilai bahwa Sultan Hamengku Buwono X adalah figur terbaik buat rakyat Yogyakarta. "Sultan
masih yang terbaik, tapi kita kan harus pikirkan bagaimana nanti ke
depannya, kalau dia sudah berumur 90 tahun, sementara Sultan XI
masih berumur 20 tahun, apa tidak sayang kita sama Sultan? kita juga
harus pikirkan nasib anaknya," jelas Mendagri.
Lebih jauh Gamawan menjelaskan pemerintah sama sekali tak punya kepentingan atas nasib Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta.
"Kita sama sekali nggak punya kepentingan atas Sultan," tandasnya.
Mendagri: Gubernur Yogya Tak Dipilih Langsung ya Tak Apa-apa
Editor: Gusti Sawabi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan