Laporan Wartawan Tribun Batam, Dedy Suwadha
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Uni Lubis meminta tayangan kekerasaan terhadap warga Ahmadiyah di You Tube, tidak di siarkan di televisi. Hal ini dapat memicu emosi serta melukai perasaan korban.
"Tidak jelas siapa yang meng-up load video tersebut, apakah itu ada kaitannnya dengan kejadian atau tidak. Tapi, ada media TV nasional yang memberitakan dan menyiaarkan berulang-ulang. Jelas itu kami sayangkan dan berdampak buruk,"ujar Uni Lubis yang juga anggota Dewan Pers, Selasa (8/11/2011).
Ditambahkan Uni, selaku perusahaan dan media peran televisi sangat mempengaruhi persepsi masyarakat. Oleh itu kritikan Mekoinfo soal tayangan televisi banyak kurang mendidik, harus diakui. Termasuk tayangan kekerasan terhadap Ahmadiyah yang dilansir Youtube saat ini.
"Banyak kritikan dari masyarakat terhadap tayangan televisi. Oleh itu, kita meminta kepada seluruh media TV untuk menyimpan seluruh program selama setahun. Guna, mempertanggung jawaban terhadap komplen kepada masyarakat jika ada,"tambah Uni.
Jangan Siarkan Kekerasan Pada Ahmadiyah di Televisi !
Editor: Yulis Sulistyawan
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan