TRIBUNEWS.COM – Ganasnya awan panas dan larva Merapi
seakan tidak berarti bagi pusaka sang Juru Kunci Merapi. Keris Kyai
Lulut milik Mbah Maridjan ditemukan utuh dalam timbunan abu vulkanik
yang saat erupsi diperkirakan bersuhu 600 derajat celcius.
Saat ini benda itu berada di rumah Agus Wiyarto, sahabat dekat Juru Kunci Merapi yang sekaligus mantan ketua DPRD Bantul.
Asih,
putra Mbah Maridjan memberikan keris tersebut kepada Agus Wiyarto saat
peringatan 40 hari wafatnya sang Juru Kunci. Agus dianggap sebagai
salah satu orang terdekat Mbah Maridjan dan telah diangkat menjadi anak
oleh Mbah Hargo (ayah Mbah Maridjan) sejak tahun 1979.
"Asih
tiba-tiba ngomong, kulo dikengken bapak (Mbah Maridjan) nyerahaken
keris dumateng njenengan (saya disuruh bapak untuk menyerahkan keris
kepada anda), awalnya kaget kok bisa ke saya," kata Agus kepada Tribun
Jogja, Selasa (15/2/2011) di Kasongan, Kasihan, Bantul.
Keris
tersebut ditemukan tim evakuasi pada 27 Oktober 2011 bersama tombak dan
foto-foto Sri Sultan HB IX. Benda-benda tersebut terkubur sekitar 15
centimeter di dalam abu. Namun anehnya keris dan tombak tersebut tidak
rusak sama sekali. Kondisi keris saat ditemukan hanya ada api kecil di
tali pembungkus keris. Sedangkan tombaknya hanya terbakar sedikit di
kayu namun tak sampai hancur, padahal semua kayu disekitarnya terbakar
habis.
"Keris itu hanya kotor di bagian bawah dan masih
terbungkus rapi, pembungkusnya dari kain juga nggak apa-apa cuma
talinya yang kena percikan api, awalnya nggak bisa dibuka tapi akhirnya
bisa dibuka" kata mantan ketua DPRD ini sambil menunjukan keris
tersebut.
Keris tersebut sempat berpindah tangan ke warga
Balong. Namun setelah 7 hari sejak benda tersebut ditemukan, warga
Balong yang tidak diketahui nama dan alamat lengkapnya itu kemudian
menelepon Asih dan mengembalikan kepadanya. Pada saat 40 hari wafatnya
Mbah Maridjan, Asih menyerahkan kepada Agus.
"Nggak tahu apa
alasannya kok diberikan kepada saya, tapi keris itu merupakan bentuk
kepercayaan seorang sahabat," kata Agus Wiyarto.
Sehari
kemudian, Miskam, keponakan Mbah Maridjan juga menyerahkan tombak untuk
dititipkan kepada Agus. Kedua benda tersebut kemudian dijamas oleh Ki
Margiono. Namun karena kurang manteb lalu dijamas di Kotagede.
"Tapi
waktu jamas saya nggak kasih tahu itu keris punya simbah, takutnya
malah dipikir yang bukan-bukan," ujar pria yang sudah 77 kali naik ke
puncak Merapi ini.
Keris tersebut memiliki wujud luk pitu,
pamornya dwi warna ujung gunung junjung drajat dan memiliki singkir
geni. Benda tersebut selalu digunakan oleh Mbah Maridjan saat
upacara-upacara kebesaran.
Saat ini Agus Wiyarto akan menyimpan
dan merawat dengan baik benda pusaka tersebut. Tombak akan Ia serahkan
kepada Juru Kunci Merapi selanjutnya, karena tombak melekat pada
institusi Juru Kunci Merapi.
"Saya akan memperlakukan Keris Kyai
Ujung Gunung ini sebagai benda pusaka yang punya history cukup tinggi,
akan saya jaga karena ini titipan seorang sahabat," pungkas Agus.
Menurutnya
setiap benda memiliki sisi mitologinya masing-masing. Keris tersebut
melekat kepada sosok sang Juru Kunci dan memiliki story yang sangat
kuat karena selalu menemani Mbah Maridjan selama bertugas menjaga
Gunung Merapi sampai akhir hayatnya. (*)
Keris Mbah Maridjan Kini di Tangan Mantan Ketua DPRD
Editor: Gusti Sawabi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan