Laporan wartawan Tribun Timur
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sekjen Wahdah Islamiyah (WI) Qasim Paguni tidak
sependapat dengan rencana pemerintah membubarkan ormas Front Pembela
Islam (FPI).
Tindakan pembubaran FPI menjadi ganjil jika tetap
dipaksakan oleh pemerintah karena hanya akan semakin memburamkan wajah ketidakmampuan pemerintah mengelola negara.
Menurutnya, sebagai
ormas Islam yang menyerukan amar ma'ruf nahi munkar, FPI senantiasa
berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sebelum melakukan aksinya.
Masih
menurut Qasim, pemerintah harusnya jeli melihat permasalahan ini.
Keberadaan FPI telah banyak membantu ormas Islam lainnya. Jika ormas Islam lebih banyak menyerukan 'amar ma'ruf', maka FPI yang menjalankan
'nahi munkar'.
Meski demikia ia mengaku tidak membenarkan tindak
kekerasan. Yang seharusnya dibubarkan adalah Ahmadiyah jika mereka tetap
memaksakan diri berada dalam frame Islam, mereka harus bertaubat atau
keluar dari Islam sekalian, saya tidak sepakat pembubaran FPI.
"Siapapun
bisa menyeru pada kebaikan tapi yang susah adalah mencegah
kemungkaran. FPI menjalankan fungsi ini. Harusnya pemerintah
membubarkan pemicu kejadian ini yaitu Ahmadiyah, jika tetap tidak mau
bertobat atau tidak mau keluar dari Islam sekalian. Ini masalah aqidah,
bukan masalah furu'iyah," kata Qasim, Sabtu (19/2/2011).
Wahdah Tidak Setuju FPI di Bubarkan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan