TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Api dan asap hitam tak lagi terlihat di lokasi kebakaran PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap.
Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (2/4) pukul 04.30 menghanguskan tangki 37-T2 berisi HOMC dan dua tangki kerosine 37-T3 dan 37-T104. Setelah lima hari, api baru dinyatakan padam Rabu (6/4/2011) sekitar pukul 17.00.
Catatan Tribun Jogja, sejak hari pertama hingga kelima kebakaran terdapat beberapa kejanggalan. Catatan kejanggalan diperoleh setelah mencocokan antara apa yang disampaikan oleh manajemen Pertamina dengan yang dilakukan di lokasi.
* Kejanggalan pertama
Beberapa jam setelah kebakaran di tangki pertama, 31-T2 berisi HOMC, Public Relations Section Head Kurdi Susanto mengatakan isi 31-T3 dan 31-T7 berisi kerosine serta tangki 31-T104 berisi avtur sudah dikosongkan. Pernyataan Kurdi berbeda dengan penyataan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, Rabu (6/4/2011) yang mengatakan pipa transpor untuk mengosongkan ada gangguan dan berisiko jika diteruskan.
* Kejanggalan Kedua
Apa yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Radjasa soal pemadaman udara menggunakan helikopter tidak terealisasi. Pernyataan yang disampaikan bersama Dirut Pertamina Karen Agustiawan bahkan dibantah oleh Menteri ESDM, Darwin Saleh, yang menyatakan pemadaman udara tidak efektif dan membahayakan penerbangan heli.
Kejanggalan ketiga
Ketidaksiapan pemadaman terlihat dari penundaan penggunaan Terminator Canon Foam. Dikatakan Manajer Media Pertamina, Wianda Pusponegoro, alat akan digunakan Senin siang, kemudian ditunda Senin sore. Alat baru siap malam hari. Senjata pamungkas tersebut bahkan sempat macet ketika api kembali menyala Selasa (5/4/2011) siang.
Berbagai Kejanggalan Pemadaman Kebakaran di Pertamina Cilacap
Editor: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan