News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berbagai Kejanggalan Pemadaman Kebakaran di Pertamina Cilacap

Editor: Prawira
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolom Asap Ledakan Pertamina masih dapat terlihat jelas dari Jarak 40 Km, pusat terbakarnya tangki premium Pertamina Unit Produksi IV Cilacap. Jawa Tengah. Minggu (3/4/2011) Kebakaran di kilang minyak berisi High Octane Mogas Component (HOMC)

TRIBUNNEWS.COM, CILACAP  - Api dan asap hitam tak lagi terlihat di lokasi kebakaran PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap.
Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (2/4) pukul 04.30 menghanguskan tangki 37-T2 berisi HOMC dan dua tangki kerosine 37-T3 dan 37-T104. Setelah lima hari, api baru dinyatakan padam Rabu (6/4/2011) sekitar pukul 17.00.

Catatan Tribun Jogja, sejak hari pertama hingga kelima kebakaran terdapat beberapa  kejanggalan. Catatan kejanggalan diperoleh setelah  mencocokan antara apa yang disampaikan oleh manajemen Pertamina dengan yang dilakukan di lokasi.

* Kejanggalan pertama

Beberapa jam setelah kebakaran di tangki pertama, 31-T2 berisi HOMC, Public Relations Section Head Kurdi Susanto mengatakan isi 31-T3 dan 31-T7 berisi kerosine serta tangki 31-T104 berisi avtur sudah dikosongkan. Pernyataan Kurdi berbeda dengan penyataan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, Rabu (6/4/2011) yang mengatakan pipa transpor untuk mengosongkan ada gangguan dan berisiko jika diteruskan.

* Kejanggalan Kedua

Apa yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Radjasa soal pemadaman udara menggunakan helikopter tidak terealisasi. Pernyataan yang disampaikan bersama Dirut Pertamina Karen Agustiawan bahkan dibantah oleh Menteri ESDM, Darwin Saleh, yang menyatakan pemadaman udara tidak efektif dan membahayakan penerbangan heli.

Kejanggalan ketiga

Ketidaksiapan pemadaman terlihat dari penundaan penggunaan Terminator Canon Foam. Dikatakan Manajer Media Pertamina, Wianda Pusponegoro, alat akan digunakan Senin siang, kemudian ditunda Senin sore. Alat baru siap malam hari. Senjata pamungkas tersebut bahkan sempat macet ketika api kembali menyala Selasa (5/4/2011) siang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini