TRIBUNNEWS.COM - Telah
beberapa hari mahasiswi asal Kanada, Savhanna Wilson (24) menikmati
kehidupan tradisional Dayak di kampung kami Desa Balai Berkuak,
Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dia
mengaku banyak menemukan hal-hal yang di luar bayangan sebelumnya.
"More
beautiful here than I could have imagined," ucap Savhanna, yang menilai
perkampungan itu jauh lebih indah ketimbang yang pernah dia bayangkan.
Dia
menuturkan, Jumat (15/4/2011) pagi sempat mandi di sungai yang airnya
jernih. Dia yang ditemani adik perempuan saya, mengumpulkan rebung yang
mereka temui sepanjang jalan.
Savhanna sangat tertarik melihat
orang-orang di kampung memanfaatkan alam sekitar untuk kehidupan
sehari-hari. Dia menyebutnya sebagai "sustainable lifestyle", gaya
hidup yang berkelanjutan dan berbasis alam.
"As a Canadian, I
am not able to experience regularly because of the climate of my home
country. I look forward to enjoying the prepared rebung for dinner,"
ujar Savhanna, mengungkapkan, mencari rebung dan memanfaatkan alam
sekitar tidak bisa dilakukan di negaranya. Dia pun ingin menikmati
masakan "bambu muda" itu untuk makan malam.
Hanya saja, dia
terpaksa mengurungkan niatnya memancing ikan di sungai. Hujan yang
turun deras malam sebelumnya, membuat air melimpah dan tidak cocok
untuk memancing.
Sebagai gantinya, keluarga saya mengajak dia
mengunjungi ladang tua yang kini telah menjadi hutan belantara. Dia
akan menanam beberapa pohon buah-buahan di sana.
Sehari
sebelumnya, Savhanna berkunjung ke desa lain di Kecamatan Sungai Laur,
di ujung Balai Berkuak. Di sana dia disambut oleh banyak warga yang
penasaran. Dia pun berkesempatan mengenakan pakaian adat Dayak, dan
terlihat sangat cantik!
Dia mengatakan, merasa terhormat
karena tidak hanya bisa sekadar melihat, tetapi bisa sejenak
mengenakannya. Dengan pakaian itu, kamu terlihat seperti putri Dayak,
Sav!
"I felt like one! It was a wonderful experience,"
ucapnya. Keindahan yang sudah terlalu lumrah sehingga penduduk lokal
pun sudah tak menyadarinya. Savhanna melihat hal lain yang bagi dia
merupakan sesuatu yang baru.
Tak ketinggalan, dia juga sempat
menyaksikan ritual baboretn, yang digelar di Desa Tahak, sekitar 6
kilometer dari Balai Berkuak. Ritual baboretn yakni praktik perdukunan
yang masih diyakini bisa menyembuhkan penyakit.
Savhanna
terkesan dengan pengalaman pertama melihat ritual persembahan seekor
babi dan dua ekor ayam untuk prosesi magic itu. Dia melihat sang sukung
menari sesuai irama gendang, mengelilingi “taman” yang didirikan di
tengah rumah. Taman yang dimaksud merupakan perlengkapan ritual yang
berupa batang yang ditegakkan dengan hias-hiasan dedaunan dan sesajian.
“I
did, however, enjoy my very first ritual animal sacrifice, 2 chickens
and a pig, so that was exciting! No need to worry!” komentarnya tentang
ritual itu. (*)
Gadis Kanada Ini Tampak Seperti Putri Dayak
Editor: Gusti Sawabi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan