News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bom Bunuh Diri Cirebon

Kompol Sutisna Selamat karena Ingat Anaknya

Penulis: Y Gustaman
Editor: Harismanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Menjelang salat Jumat, detak jantung Kompol Sutisna terus berdegup kencang. Hati Kepala Bagian Perencanaan di Mapolresta Cirebon ini dirundung kekhawatiran mendalam. Cuaca Cirebon siang itu yang cukup terik, turut membuat pikirannya kalang kabut. Hanya satu orang yang dipikirkannya, Noviana Tediya (11), siswa kelas VI Sekolah Dasar Ciremai.     

Tidak seperti biasanya, ia harus lelah menyempatkan waktu kerjanya di Markas Kepolisian Resor Kota Cirebon, untuk menjemput Noviana, anak bungsunya. Karena sehari-hari, urusan ini ia lebih percayakan kepada Ganda, guru olahraga SD Galunggung. Namun, entah kenapa siang itu kepikiran terus kepada Noviana.

Ia berusaha membunuh kekhawatirannya dengan menelpon Ganda. Hampir berkali-kali menghubungi telepon Ganda tak berhasil. Mau tak mau, Sutisna turun tangan menjemput Noviana ke sekolahnya. Setibanya di sekolah, kepala sekolah SD Cirebon Giri mensyukuri kedatangan Sutisna.

"Kalau saya ada di sana dipastikan kena bom. Karena apapun alasannya, saya harus salat di depan, samping Pak Kapolres," ujar Sutisna usai memberi doa kepada para korban di Rumah Sakit Pelabuhan, Cirebon, Sabtu (16/4/2011). Sutisna siang itu nampak terburu-buru karena harus kembali menjenguk Kapolres Cirebon AKBP Herukoco di RS Pertamina.

Sutisna tak pernah absen berada di sisi kiri Herukoco saat salat Jumat di Mapolresta Cirebon. Pasalnya, ia termasuk pucuk pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Al Zikro, yang berada di komplek Mapolresta Cirebon. Anak buahnya yang masuk jajaran pengurus saat itu dan ikut salat, menjadi korban.

Karena sudah mepet waktu salat Jumat, Sutisna memilih salat di masjid Argasunya. Di kalangan anggota Mapolresta Cirebon, Sutisna mendapat sebutan ustadz. Saat bom meledak pukul 12.30 WIB, tak lama setelah takbiratul ikhram bergema di Masjid Al Zikro, Sutisna tak tahu. Karena telepon genggamnya ia matikan.

Setelah telepon genggamnya diaktifkan, sejurus kemudian suara tangis perempuan pecah. Dialah istri Sutisna yang juga anggota kepolisian di wilayah Cirebon. Terang saja, sang istri tahu kebiasaan Sutisna yang menempel Herukoco tiap Jumaatan. Ia berpikir, Sutisna menjadi korban bersama Herukoco.   

"Istri menangis mengira saya meninggal. Karena istri tahu saya salat disamping Pak Kapolres. Sambil menangis, ia bertanya, "Ayah enggak apa-apa? Ayah salat di mana?" Saya jawab salat di masjid Kalijaga, Argasunya. Saya jelaskan kalau saya tidak apa-apa karena saya terangkan sedang jemput anak," cerita Sutisna. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini