Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOKERTO - Gara-gara mencuri helm milik rekannya, Hasil Sarifan (17), siswa SMK Giripuro, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, tak dibolehkan ikut ujian nasional (UN) oleh pihak sekolah.
Keterangan yang dihimpun, Hasil Sarifan memang telah mengambil helm milik teman sekolahnya. Peristiwa itu, terjadi Sabtu (9/4/2011) lalu. "Persoalan itu sebenarnya sudah bisa diselesaikan setelah helm yang diambil Hasil Sarifan, telah dikembalikan pada pemiliknya. Namun setelah penyelesaian masalah itu, tiba-tiba pihak sekolah melarang Hasil Sarifan ikut ujian," kata paman Hasil Sarifan, Sunarto, Senin (18/4/2011) siang.
Bahkan Hasil Sarifan diminta mengajukan pengunduran diri sebagai siswa sekolah. Lupa bahwa sebentar lagi anaknya akan menghadapi ujian, Ngadimin, orangtua Hasil Sarifan, pun menurut.
Sunarto menambahkan, pihak sekolah juga meminta Ngadimin membayar uang tanggungan anaknya yang belum dibayar sebesar Rp 2,5 juta. "Anehnya lagi, dari uang yang harus ditanggung Ngadimin tersebut, Rp 1 juta untuk biaya Ujian Akhir Nasional yang notabene jelas tak diikuti Hasil Sarifan," jelasnya.
Karena ada komponen biaya tanggungan yang disebutkan sebagai biaya UAN, Sunarto sebagai wali Hasil Sarifan, akhirnya melayangkan surat permohonan kepada pihak sekolah agar anaknya tetap diberi kesempatan mengikuti UN.
"Namun bukannya diberi kesempatan, saya malah dipingpong oleh kepala sekolah. Saya disuruh meminta ke yayasan, tapi oleh pengurus yayasan, diminta mengajukan ke kepala sekolah," kata Sunarto. (*)
Hasil Sarifan tak Boleh Ikut UN Gara-gara Curi Helm
Editor: Harismanto
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan