TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Pembela Muslim, Mahendradata,
menilai, bom yang meledak di Masjid Mapolresta Cirebon, tidak dilakukan
oleh Jamaah Islamiyah (JI), pasalnya daya ledak bom yang low eksplosif
bukan ciri bom racikan JI.
"Tidak bisa saja bilang itu khasnya Jamaah Islamiyah itu kurang ajar,
itu pengamat yang tak memiliki data cukup. Karena khasnya JI, yaitu
besar dan masif (daya ledaknya), kalau itu rendah (bom Cirebon)," tutur Mahendradata yang ditemui wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK),
hari ini, Selasa (19/4/2011).
Bila peledak yang mereka gunakan terbatas adanya dan menghasilkan daya
ledak kecil, bila pelakunya merupakan anggota JI, terang Mahendradata,
maka akan berusaha mencari alat tambahan yang dapat memperbesar daya
ledak.
"Mereka akan mencari alat-alat pendukung untuk perbesar daya ledak,
contoh bom, JW Mariott satu, karena keterbatasan bahan peledak, si
peracik kemudian membuat meletakan beberapa tangki berisi bahan bakar
bensin disekelilingnya, sehingga saat meledak terjadi deteran efek yang
besar bila diakibatkan oleh bahan peledak itu," ujar Mahendradatta.
Seperti diberitakan, M Syarif, pelaku pengeboman meledakan dirinya
menggunakan bom yang dibawanya masuk ke dalam Masjid Mapolresta Cirebon.
Pihak kepolisian menduga M Syarif langsung tewas dalam kejadian itu sementara 13 orang terluka ketika bom itu meledak. Diketahui saat bom meledak, masjid dipadati oleh jemaat, yang saat itu tengah bersiap menjalankan ibadah Shalat Jumat.
Mahendradatta: Bom Cirebon Bukan Khas Jamaah Islamiyah
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan