TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suara Warsono tiba-tiba terdengar parau. Tak lama kemudian pria paruh baya ini tak kuasa menahan sedih, air matanya kemudian jatuh saat menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi di kampung halamannya, Desa Setrojenar, Kabupatren Kebumen, Jawa Tengah. Warsono (60), adalah salah satu warga yang menjadi korban terkait insiden bentrok warga dengan TNI, Sabtu siang,(16/04/2011) lalu
Warsono, bersama warga Kebumen yang juga menjadi korban, menyambangi DPR, Selasa (19/04/2011), ditemani oleh LSM KontraS, YLBHI, perwakilan Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS), serta Indonesian Human Right Comitte for Social Justice (IHSC).
"Tolong pak saya minta keadilan. Saya takut pulang.Kawan-kawan kami juga takut pulang pak, selama ini kami berlindung," ujar Warsono sambil menangis sesunggukan.
Matanya terlihat sembab. Warsono yang mengaku warga asli Desa Setro Jenar ini kemudian mengaku tak bisa menerima atas tindakan aparat TNI terhadapnya, juga warga kampungnya pada Sabtu kemarin.
"Kalau sudah dibegitukan, apakah itu dikatakan adil? Apakah adil kalau kami dibegitukan? Itu hak (tanah) kami milik sejak 1932," ujar nya lirih.
Tentara dan Warga Bentrok di Kebumen
Tolong Kami Pak, Kami Takut Pulang ke Kebumen
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan