TRIBUNNEWS.COM,
CIREBON - Abdul Gafur tak bisa menolak banyak tempat pemakaman umum
menolak jasad anaknya, Muchamad Syarif, pelaku bom bunuh diri di masjid
Al Zikro, komplek Mapolresta Cirebon, Jumat pekan lalu. Ia berharap, TPU
Pronggol bisa menjadi alternatif terakhir untuk kubur Syarif.
"Kalau
tidak sama sekali akan dimakamkan di pemakaman umum di Pronggol," ujar
Gafur saat mencari liang kubur untuk Syarif di tempat pemakaman umum
Jabang Bayi, Jalan Kesambi, Cirebon, Rabu (20/4/2011). Sementara di TPU
Jabang Bayi, muncul simpang siur karena ada warga yang menolak dan
menerima.
Gafur juga mengaku malu atas perbuatan anaknya yang
melakukan pemboman bunuh diri. Apalagi, semua warga mengutuk perbuatan
tersebut.
"Saya juga malu. Dari Kapolres sampai Mabes itu temen saya.
Muka saya di dunia dikenal semua. Ada temen saya di Kanada, London,
India kenal saya," imbuhnya.
Sampai saat ini, jenazah Syarif
masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Raden Said Soekanto, Kramat
Jati, Jakarta. Pihak Mabes Polri belum memastikan, kapan jenazah Syarif
akan diambil keluarga.
Menurut Gafur, rencananya jenazah almarhum akan
dijemput ibunya Sri Mulat dan adiknya.
Gafur Berharap Syarif Bisa Dimakamkan di TPU Pronggol
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan