Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Husin
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran Regional II Palembang meliris beberapa faktor penyebab tingginya konsumsi BBM bersubsidi.
Selain maraknya truk pengangkut batubara, juga dipicu bertambahnya jumlah kendaraan yang beredar di Sumsel.
Sejak lima tahun terakhir (2006-2010), pertumbuhan kendaraan di Sumsel setiap tahun terus naik. Misalnya di 2006 terdapat 771.812 unit kendaraan baru beredar, 2007 (959.981 unit), 2008 (1.186.185 unit), 2009 (1.463.904 unit) dan di 2010 (1.784.688 unit).
Untuk 2010 saja, tercatat 1,7 juta lebih kendaraan yang beredar dan dibeli masyarakat Sumsel.
Dari jenis kendaraan yang dibeli sepertinya sepeda motor (roda dua) berada di urutan teratas dengan jumlah terbanyak yakni 1.651.278 unit, kemudian disusul jenis truk (40.731 unit), jenis pickup (39.015 unit), jenis jeep (19.541 unit), jenis sedan (18.739 unit), jenis minibus (8.451unit) dan jenis bus (6.934 unit).
"Peningkatan jumlah kendaraan, jelas memberikan pengaruh peningkatan konsumsi BBM," kata GM PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran Regional II Palembang, Haris Budiarto.
Saat ditanya mengenai kemungkinan kuota ditetapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat, Haris hanya mengatakan penetapan kuota BBM bukan berdasarkan demand.
"Tetapi pemerintah menetapkan kuota berdasarkan kemampuan anggaran," kata Haris Budiarto.
Baca tanpa iklan