TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Pembudidaya ikan keramba di Karangintan, Kabupaten Banjar mengeluhkan penambangan pasir di sekitar mereka.
Selain sulit mendapatkan air sungai yang menyurut di musim kemarau ini, kualitas air pun rusak karena keruh akibat adanya aktivitas para penambang pasir tradisional.
Kondisi air yang sangat keruh membuat produksi ikan terpengaruh. Terlebih musim kemarau, para pembudidaya ikan keramba semakin mencemaskan adanya kerugian yang besar karena banyaknya ikan yang mati.
"Faktor air mempengaruhi produksi ikan. Sebulan ini tidak ada hujan kami sangat cemas ribuan ikan akan mati. Terlebih kini kualitas air kian keruh akibat pencemaran dari arah hulu," ujar salah seorang pembudidaya ikan keramba, Nasrudin asal Desa Sungai Harpat, Karangintan, Sabtu (25/6/2011) kepada Bpost Online (Grup Tribunnews.com).
Baca tanpa iklan