News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gunung Soputan Meletus

Petani Tomat di Minahasa Berharap Hujan Segera Turun

Editor: Harismanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ribuan pohon tomat layu berpotensi mati terkena semburan abu vulkanik.

Laporan Wartawan Tribun Manado, Lucky Kawengian
TRIBUNNEWS.COM, TONDANO - Ratusan petani di Minahasa dicekam kekhawatiran kerusakan tanaman akibat semburan debu vulkanik dari Gunung Soputan.

Stevy Kaawoan (34), warga Kawangkoan mengatakan, debu vulkanik ini kemungkinan besar akan merusak tanaman tomat yang ditanamnya. Menurutnya, debu ini bersifat panas sehingga akan membuat tanaman layu. Selain itu, tanaman tomat miliknya yang berusia dua bulan sedang berbunga, sehingga hampir dipastikan bunga ini akan jatuh dan tidak akan menghasilkan buah.

"Tadi pagi saya keget saat melihat banyak debu di rumah. Saya langsung pergi ke kebun dan ternyata tanaman tomat saya juga terkena debu dari Gunung Soputan. Kalau sudah seperti ini, harapan saya hanya hujan," ujarnya saat diwawancarai Tribun Manado, Minggu (3/7/2011).

Dirinya menjelaskan, hujan sangat dibutuhkan untuk mencuci tanaman yang telah terkena debu vulkanik. "Saya sangat berharap nanti malam hujan bisa turun sehingga tanaman saya bisa diselamatkan. Kalau tidak, habislah saya," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menyebabkan dirinya terancam menderita kerugian sampai Rp 3 juta untuk tanaman tomat yang ditanam pada lahan seluas 10 x 15 meter ini.

Berdasarkan pantauan Tribun Manado, semua areal perkebunan di wilayah Sonder, Kawangkoan, Tompaso, Langowan, Kakas, dan beberapa daerah lain terkena debu dari Gunung Soputan. Tanaman yang sangat rentan rusak terkena debu ini adalah tanaman tomat, cabai, sayur-sayuran, dan tanaman lain yang berusia dibawah satu bulan. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini