Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ricky Reynald Yulman
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - PT Merpati Nusantara mengalokasikan belanja modal hingga Rp 2,2 triliun, untuk membeli pesawat baru maupun menyewa pesawat.
Pengalokasian belanja modal tersebut sekaligus menjadi investasi buat Merpati, terkait realisasi program konektivitas sistem transportasi antarkota di Indonesia.
Direktur Niaga PT Merpati Nusantara, Tonny A Achmad, mengatakan, investasi dilakukan untuk pembelian 15 pesawat MA-60, serta menyewa 20 pesawat Boeing Classic 737 seri 300, 400, dan 500, yang sebagian direalisasikan tahun 2012.
Kini Merpati sudah mengoperasikan tuju dari 20 pesawat Boeing Classic dengan kapasitas tempat duduk 138-158 penumpang. Nilai sewa pesawat ini mencapai USD 80.000 per bulan.
"Belanja modal tersebut tidak kami anggarkan untuk membuat kantor cabang baru. Kami pikir jauh lebih efisien kalau kami bekerjasama dengan biro perjalanan maupun hotel-hotel," kata Tonny menjelang pelaksanaan penerbangan perdana Merpati rute Bandung-Semarang, di Bandara Husein Satranegara, Selasa (19/7/2011).
Menurut Tonny, pada 2010 penerbangan domestik Merpati baru mampu memberi kontribusi secara nasional sebesar tujuh persen. Sepanjang 2011 diharapkan bisa mencapai sembilan persen.
"Setelah semua pesawat buat melayani penerbangan domestik sudah beroperasi, pada 2012 kami harapkan Merpati bisa memberi kontribusi hingga 14 persen terhadap penerbangan domestik di tanah air," ujarnya.
Baca tanpa iklan