News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gunung Lokon Meletus

Tak Cuma Debu Vulkanik! Awan Panas Lokon Juga Mengancam

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gunung Lokon pagi ini meletus lagi sekitar pukul 10.30 WITA terlihat dari Jalan Ahmad Yani Sario Manado.

Laporan Wartawan Tribunmanado.co.id, Fransiska Polohindang

TRIBUNNEWS.COM, TOMOHON - Aktivitas vulkanik Gunung Lokon belum juga mereda, sebaliknya aktivitas terus meningkat dengan ditandai tiga letusan beruntun, Senin (18/7/2011) pukul 13.30 WITA. Warga juga diminta tetap waspada mengingat Lokon berpotensi menyeburkan awan panas.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi , Surono mengatakan, Gunung Lokon tetap mengancam keselamatan karena adanya potensi letusan magmatik disertai dengan lontaran material pijar, pasir, dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba-tiba.

"Bila awan panas berlangsung di sekitar Gunung Lokon, masyarakat harus waspada  awan panas pada alur Sungai Pasahapen," imbaunya.

Diungkapkannya, berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan serta potensi ancaman letusann Gunung Lokon hingga saat ini masih dalam status awas.

"Kami terus secara intensif melakukan pemantauan guna mengevaluasi kegiatan Gunung Lokon. Pemerintah harus tetap melakukan sosialisai secara intensif tentang ancaman bahaya letusan Gunung Lokon," terangnya.

Kemarin siang, Lokon meletus beruntun sebanyak tiga kali. Farid Bina, Kepala Pos Pemantau mengatakan letusan tersebut terjadi diawali dengan adanya 2 kali gempa vulkanik A dan 6 kali vulkanik B.

Letusan pertama mengakibatkan semburan abu vulkanik setinggi 200 meter, letusan kedua 600 meter dan ketiga terhalang awan.

"Suplai energi masih terus terjadi meski sudah terjadi letusan, yang ditandai dengan adanya gempa tremor," jelasnya kepada Tribun Manado (Tribunnews.com Network).

Adanya letusan tersebut memberi pemandangan menarik bagi warga. "Kami masih mengamati abu yang dikeluarkan, mungkin akan jatuh di sini karena tak ada angin," tegas Oscar Lolowang, warga Tinoor.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini