News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jembatan Tenggarong Ambrol

Kenapa Baru 10 Tahun Jembatan Sudah Ambruk?

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jembatan Mahakam yang melintasi Sungai Mahakam dan membentang antara Kota Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. (Gambar Kiri, Tribun Kaltim/DH Sapto Nugroho). Sabtu (26/11/2011) sore runtuh. Jembatan yang dibangun tahun 1995 dengan panjang total 710 meter tersebut merupakan salah satu penghubung penting jalur lintas darat Tenggarong dengan Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya luka luka dalam peristiwa tersebut. (Gambar Kanan, Tribun Kaltim/Dwi Ardianto)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Malkan Amin menilai ada yang salah atas peristiwa ambruknya  jembatan Tenggarong, Kalimantan Timur.

"Pasti ada yang salah. Kegagalan konstruksi atau life time sebuah  jembatan itu 100 tahun. Ini umurnya 10 tahun sudah runtuh, ini adalah yang salah," kata Malkan kepada Tribunnews.com, Minggu (27/11/2011).

Jembatan Kutai Kartanegara yang melintasi Sungai Mahakam di Kalimantan Timur runtuh, Sabtu (26/11/2011), sore, runtuh disaat banyak kendaraan dan orang melintasi jembatan yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan ini. Belum diketahui penyebab runtuhnya jembatan namun muncul spekulasi karena sering ditabrak oleh kapal besar yang lalu lalang di bawahnya.

"Dalam etika konstruksi kita dipesankan setiap kegagalan kontruksi tidak boleh langsung buru-buru mengambil kesimpulan. Tunggu investigasi dan uji laboratorium," kata Malkan.

Menurut Malkan dalam dunia konstruksi jembatan umur jembatan bisa ditentukan dengan kualifikasi tekhnis yang dimiliki jembatan tersebut tentu dengan dibarengi perawatan-perawatan terencana selama dalam proses pengoperasiannya.

"Dalam investigasinya akan diketahui nanti apakah jembatan sudah sesuai standar pelaksana atau tidak. Apakah jembatan mampu menerima beban berjalan atau beban kejut misalnya kalau kendaraan tiba-tiba ngerem karena itu ada beban tambahan. Seperti apa beton, kawat yang digunakan, dan sebagainya. Itu semua bisa diivestigasi dan ditemukan penyebabnya," kata Malkan.

Dia mengatakan uji laboratorium di Puslitbang PU di Bandung akan membuktikan apa penyebab runtuhnya jembatan yang baru berumur 10 tahun itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini