News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jalan Ambles di Cihaliwung, Korban Berjatuhan

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi jalan rusak

Laporan Wartawan Tribun Jabar

TRIBUNNEWS.COM, PADALARANG - Badan Jalan Cihaliwung di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sudah berbulan-bulan rusak akhirnya ambles sedalam dua meteran. Lubang yang terbentuk memanjang dua meteran dengan lebar sekitar satu meter. Hingga Kamis (12/1) sore, pemerintah melalui dinas terkait belum juga memperbaikinya sehingga warga terpaksa hanya memberikan tanda dan pembatas seadanya agar pengguna jalan tak sanpai terperosok.

Pemilik toko yang letaknya berseberangan dengan lokasi amblasnya jalan tersebut, Dedi Saepudin (49), mengatakan sebelum jalan tersebut benar-benar ambles, tanda-tandanya sebenarnya sudah terlihat. Sejak beberapa bulan terakhir di lokasi amblesnya jalan sebuah cekungan yang cukup dalam sudah terbentuk.

"Petugas berpakaian dinas sering terlihat mengambil foto bagian jalan yang kala itu memang sudah hampir ambrol," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (12/1).

Dedi menduga, bagian bawah jalan itu memang sudah tergerus air selokan sehingga membentuk sebuah cerukan yang cukup dalam. Bagian jalan yang sudah rapuh itu akhirnya benar-benar ambles pada Selasa (10/1) ketika sebuah truk yang melaju dari arah Cikalongwetan menuju Padalarang melintas.

"Lubangnya jadi besar seperti sekarang setelah sebuah truk yang membawa angkutan berat dalam jumlah sangat banyak terperosok ke pinggir jalan. Salah satu ban truknya kemudian masuk keĀ  lubang dan truknya terjungkir.
Untungnya tidak ada korban. Butuh waktu cukup lama untuk membuat truk ini bisa melaju di badan jalan lagi. Jalan satu arah yang ramai ini juga akhirnya macet total selama dua jam ketika kami mengevakuasi truk tersebut," ujar Dedi.

Setelah lubang tersebut terbentuk, sejumlah motor pun terperosok ke lubang dan menyebabkan pengemudinya luka-luka. Kecelakaan pun kerap terjadi pada malam hari di sekitar lubang tersebut. Baik kendaraan yang mendadak menghindari lubang atau kendaraan yang terperosok ke lubang.

Dedi mengatakan, beberapa pejalan kaki bahkan juga sempat terperosok ke lubang itu walau pun telah dikelilingi oleh pita pembatas dan tanaman. Pada pagi hari, ujarnya, kemacetan pun sering terjadi akibat terjadi penyempitan jalan. Jalan yang tadinya memiliki lebar sekitar 6 meter ini menjadi 5 meter saja pada bagian yang pinggirannya ambrol ini.

Kemarin, retakan-retakan sepanjang 1 meteran juga mulan terlihat di sekitar lubang. Warga khawatir retakan-retakan tersebut akan menjadi pemicu melebarnya lubang. Sebab, arus air di selokan yang bersebelahan dengan lubang jalan ini, menurut warga, akan semakin deras ketika hujan turun dan dikhawatirkan menggerus pinggiran jalan dan memperbesar lubangnya.(aa)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini