Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Sekitar pukul 11.30 wib, saat rombongan bupati Lampung Selatan hendak memberikan pengarahan yang sama kepada warga Desa Kotadalam, rombongan bertemu dengan massa dari desa tersebut yang bergerak kearah dusun Napal.
Aparat keamanan yang berjaga-jaga di Pasar Sidomulyo dan pintu masuk Desa Sidowaluyo, tidak bisa membendung ribuan massa yang terus melaju ke arah Dusun Napal. Sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (24/1/2012), massa mulai beringas dan melakukan pembakaran serta pengrusakan terhadap rumah warga Dusun Napal.
Kapolda Lampung, Brigjend Jodie Rosetoe dan Dandrem Garuda Hitam Lampung, Kolonel Amalsyah bersama dengan Sekda Provinsi Lampung Berlian Tihang juga turun langsung untuk menenangkan warga.
Seusai melampiaskan emosinya ribuan warga dari desa Kotadalam langsung membubarkan diri dengan berjalan kaki dan menaiki sepeda motor. Disinyalir pengrusakan dan pembakaran tersebut, ada kaitannya dengan pengrusakan terhadap rumah warga Dusun Sukajaya, Desa Margacatur, Kecamatan Kalianda yang mengakibatkan 39 rumah rusak.
Sebab tak hanya rumah warga Dusun Napal yang dibakar massa, rumah Wayan Biase (50) warga Lubuk Kamal, Kelurahan Kalianda, juga ikut dibakar pada sekitar pukul 15.30 WIB. Pembakaran terhadap rumah Wayan Biase yang terletak dipinggir jalinsum tersebut menjadi tontonan warga dan pengendara yang melintas. Sehingga sempat membuat jalur Jalinsum mengalami kemacetan.
Hingga malam ini, kondisi dusun Napal dan Desa Kotadalam masih cukup mencekam. Sebab tersebar isu bahwa akan ada penyerangan balik dari warga dusun Napal.
Baca tanpa iklan