Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo
TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Kapolres Lampung Selatan AKBP Harry Muharam Firmansyah mengatakan bahwa sampai dengan hari ketiga pascabentrokan antar warga Desa Kotadalam dan Dusun Napal pada Selasa lalu, kondisi di wilayah Kecamatan Sidomulyo masih siaga satu.
Di mana sebagian aparat TNI dan kepolisian, lanjutnya, masih melakukan penjagaan di beberapa titik penting agar situasi tetap kondusif.
"Kita masih belum menurunkan skala kondisi. Masih kita berlakukan siaga satu," paparnya, Jumat (27/1/2012).
Diberitakan sebelumnya, terjadi bentrok antarwarga Dusun Kotadalam dengan warga Dusun Napal, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung, Selasa.
Pemicunya bermula dari sikap Dicky (18), warga Dusun Napal, yang menggeber sepeda motornya di sekitar areal parkir Pasar Sidomulyo. Aksinya mendapat teguran dari Ridwansyah (43), petugas parkir pasar.
Kurang senang mendapatkan teguran tersebut, Dicky pun memukul dada Ridwansyah. Mendapatkan perlakuan tersebut, Ridwansyah tidak melawan karena melihat Dicky bersama dengan empat temannnya.
Ridwansyah kemudian pulang ke rumahnya di Kotadalom. Ia menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada warga lainnya, yang kemudian langsung menyisir Pasar Sidomulyo.
Warga mendapati dua pemuda asal Kecamatan Way Panji, yakni Komang Warta (18) dan rekannya, Wayan Pradite (15), sedang makan bakso.
Keduanya tidak mengetahui permasalahan sebelumnya. Akibat dari salah pukul, tokoh masyarakat dari Desa Balinuraga mendatangi Mapolsek Sidomulyo dan meminta pertanggungjawaban atas penganiayaan itu.
Peristiwa ini sudah diselesaikan Kapolres Lampung Selatan AKBP Harry Muharram Firmansyah. Dan, kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan damai.
"Dari hasil kesepakatan sudah jelas, bahwa tidak akan ada saling menyerang antara kedua belah pihak," kata Kapolres.(*)
Baca tanpa iklan