Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
TRIBUNNEWS.COM,PONTIANAK - Umumnya kaum perempuan takut dan menghindar jadi tatung, sebagian merasa terpaksa karena tidak bisa menghindari dari takdir yang telah menentukan harus menjadi tatung. Kalangan Tionghoa percaya bisa tatung disebabkan memiliki tulang naga.
Meski begitu, ada sedikit berbeda dengan Siau Ping Ping (24), gadis manis yang kerasukan Datuk Dayang.
"Awalnya setiap tahun bantu mereka yang tatung saat Cap Go Meh, lama-lama menjadi tertarik dan senang menjadi tatung. Berkat bantuan dari Ketua Hermansyah (Datuk Kurata) akhirnya bisa tatung," ujarnya yang sudah tiga tahun menjadi tatung.
Ia menambahkan, menjadi tatung adalah permintaannya sendiri dan kemungkinan juga memang memiliki tulang naga. Sehingga tidak sulit untuk bisa tatung, meski harus melewati beberapa proses yang menjadi aturannya.
Ping Ping yang menjadi murid ketujuhbelas Datuk Kurata, mengaku asyik bisa menjadi satu di antara tatung perempuan yang ada di Singkawang. Kendati demikian, ada waktu tertentu baru ia kerasukan yaitu biasanya pada tanggal 1 dan 15 penanggalan Imlek.
"Hari biasa tidak akan kesurupan ada waktu tertentu. Sejak bisa tatung, saya merasa lebih sehat dan setiap ada kesulitan selalu dapat diatasi," ucapnya.
Baca tanpa iklan