News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polisi Tembak Spesialis Perampok Rumah Dosen

Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Sambas (24), perampok spesialis rumah para dosen terpaska dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Bontoala, Rabu (8/2/2012) malam.

Akibat penembakan tersebut, pemuda yang bermukim di Jl Patompo Lorong II Makassar ini seketika tumbang lantaran tak kuasa menahan sakit akibat luka tembak di betis kirinya.

“Tersangka langsung kami tembak karena mencoba menyerang petugas,” tegas Kapolsekta Bontoala AKP Hamada Sialle, saat di konfirmasi, Kamis (9/2/2012).

Aksi nekat pelaku yang menyerang polisi dengan senjata tajam jenis badik saat ingin di tangkap mampu di gagalkan petugas. Sambas merupakan target polisi selama ini. Ia dikenal sebagai spesialis perampok dengan cara kekerasan.

Hamada mengatakan, selain Sambas, polisi juga berhasil menangkap rekannya yaitu Dullah alias Dul (29). Penangkapan dua pemuda ini lantaran tertangkap basah hendak membobol sebuah rumah kosong di sekitar Jl Al-Markas yang merupakan Kompleks Perumahan Dosen Unhas.

“Pelaku tertangkap basah oleh warga setempat saat sedang berupaya membuka gembok rumah, namun keduanya berhasil kabur,” ujar Hamada mengutip keterangan warga setempat.

Petugas yang mendapatkan laporan saat tengah berpatroli langsung memburu pelaku dibantu beberapa warga setempat. pelaku yang tak ingin ditangkap kemudian menceburkan dirinya ke saluran kanal berkedalaman tiga meter tersebut.

“Kami sempat kehilangan jejak, setelah keduanya melompat serta bersembunyi dalam kanal samping Al-Markas, namun tak lama kemudian keduanya kembali kabur ke pemukiman warga sekitar,”ujarnya.

Polisi yang tak ingin kehilangan buruannya, terus melakukan pengejaran hingga ke pemukiman warga padat penduduk tersebut. “Dengan kerjasama tim dan informasi dari warga, pelaku berhasil kami amankan dalam keadaan basah penuh lumpur nan berbau,” ucapnya.

Perwira menengah ini menjelaskan, kedua pelaku setidaknya sudah menjalankan aksinya sebanyak tiga kali di lokasi berbeda dan mayoritas yang diincarnya merupakan rumah kosong atau rumah dosen.

“Modus pelaku dalam menjalankan aksinya adalah melakukan survei terlebih dulu ke kompleks perumahan. Incaran rumah-rumah dosen yang lampunya masih menyala di depan teras,” terang Kapolsekta Bantoala.

Atas penangkapan keduanya, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku, seperti; badik, kunci roda, kikir, kunci L, obeng, dan tang.

Diketahui, pelaku sudah pernah merasakan hidup di bui lantaran tersandung kasus yang sama. “Pelaku pernah ditahan pada 2010 silam dengan kasus serupa,” ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini