TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Meski tragedi perkosaan dan pembunuhan terhadap PNS cantik di lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan, Lindy Melissa Pandoh sudah dua pekan lewat, namun masih banyak orang memperbincangkannya.
Bahkan sang ayah, Alfred Pandoh (54) yang tinggal di Kelurahan Tongkaina Lingkungan II Kecamatan Bunaken, Kota Manado, mengaku masih dibayang- bayangi arwah anaknya.
Saat ditemui Tribun Manado, bahkan Alfred menuturkan pada Rabu (8/2) saat dia dalam perjalanan dari Manado menuju kampung halamannya Desa Seretan, Minahasa dengan menggunakan mobil jeep, saat berada di Kelurahan Kinilow, Tomohon, seolah-olah sosok Lindy duduk di sampingnya.
"Saya kaget saat di Kinilow pukul 10.30 Wita tiba-tiba dia (Lindy) duduk (seolah- olah) di samping saya," ujar Alfred, Jumat (10/2) yang terlihat sangat kangen dengan sosok anaknya yang cantik itu.
Menurutnya, saat itu putrinya mengenakan pakaian warna gelap. Sang ayah mendengar perkataan Lindy bahwa saat peristiwa perkosaan dan pembunuhan itu, tersangka, Winzy Warouw sudah membawa pisau dan karung di mobilnya.
Masih dalam pengalaman gaibnya, Lindy saat itu mengaku dimintai sejumlah uang, namun menolak.
Pengalaman mistik lainnya dia alami saat 7 hari meninggalnya Lindy. Alfred yang memilih tidur di mobil, seolah-olah didatangi tersangka yang mengaku memang ingin menghabisi anaknya.
Selama ini Alfred memang geram terhadap tingkah tersangka yang tersenyum- senyum kala melakukan rekonstruksi, seolah tidak merasa bersalah.
Alfred mengaku semua yang dia ceritakan itu benar. Alfred mengaku, bersama istrinya sering mengenang masa dimana anaknya Lindy masih hidup. Lindy sering membantu mereka saat pulang dari tempat kerjanya. Ini membuat istrinya sering menangis ketika mengingat Lindy. "Tadi istri saya menangis mengingatnya. Jika dia hidup hari ini (kemarin) dia sudah pulang, kami menyiapkan makan untuknya," kenangnya.
Alfred bahkan sangat ingin memukuli pembunuh anaknya jika ada kesempatan, walaupun itu terakhir kalinya. Dia mengaku hingga saat ini tidak mengikhlaskan kepergian anaknya yang dibunuh secara sadis. "Saya mau dia dihukum mati seperti dia lakukan terhadap anak saya," katanya. (ald)
Baca tanpa iklan