News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Operasi Tulang Batal Akibat Listrik Padam

Editor: Prawira
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi.

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUNNEWS.COM, PEMATANGSIANTAR - Akibat kerusakan trafo PLN, proses operasi di RS Harapan Jl Farel Pasaribu Kecamatan Siantar Marihat, Senin (13/2) gagal dilakukan.

Praktek operasi tersebut bertepatan dengan kujungan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sumatera Utara, Parlindungan Purba beserta perwakilan kementerian Sosial, Nahar SH MSi.

Kehadiran pejabat ini unuk melihat operasi tulang terhadap penghuni panti rehabilitasi Harapan Jaya, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Namun sekitar 10 menit berada di ruangan operasi, Parlindungan dan rombongan dari Kementrian Sosial, dan Dinas Sosial Pemprov Sumut keluar.

Ironisnya, pemadam ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Sehingga terpaksa pihak rumah sakit menggunakan mesin genset. Namun karena Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar habis, maka genset tak dapat digunakan. Saat Parlindungan menelepon PLN Cabang Pematangsiantar pihak PLN menyampaikan akibat kerusakan trafo di PLN Jl Asahan.

Parlindungan meminta agar dilakukan upaya, karena sedang berlangsung pengoperasian terhadap pasien. Ia meminta pihak PLN memperhatikan sistim logistik dan dilakukan perbaikan. Menurutnya, PLN harus mempunyai planing (perencanaan) A dan B.
Parlindungan juga meminta PLN Cabang Pematangsantar harus duduk bersama dengan pemko Siantar dan Pemkab Simalungun, mengenai kebijakan yang akan diambil.

"Jangan karena mati listrik harus menunggu dua hari. Saya akan menyurati Dirut PLN, dan menyampaikan agar ada perhatian khusus pada wilayah Siantar - Simalungun," ujarnya. Mengingat posisinya di DPD menangani kelistrikan, maka harus ada kebijakan dari PLN Sumut memberikan perhatian pada Pematangsiantar, sebagai daerah kedua terbesar setelah Medan.

Kabid Keperawatan RS Harapan Suster Cipriana, mengaku jika pihaknya kemarin (Minggu) sudah menghidupkan genset mulai sejak malam. "Caranya terpaksa membeli solar menggunakan mobil ambulans, jika pakai drum tak akan diberikan," ujarnya.

Sebelumnya, rombongan mealukan peninjauan panti rehabilitasi Harapan Jaya, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Dalam kesempatan tersebut dilakukan peninjauan dan memberikan ceramag singkat didepan 160 pasien panti, ditambah sekitar 60 orang penderita cacat fisik yang dirawat di panti tersebut. Disambut oleh Ketua Yayasan Pastor Kornel Sipayung.

Nahar dalam kesempatan tersebut menyampaikan akan memberikan perhatian khusus kepada panti yang menampung dan menangani anak-anak penyandang cacat fisik tersebut. Namun, jika memaungkinkan juga agar ditampung para penderita tuna rungu dan anak berkebutuhan khusus lainnya.

Sebab, saat ini menurut Nahar, upaya panti yang telah menangani sekitar 6000 pasien tersebut sungguh luar biasa. Hanya saja, dari jumlah penduduk Indonesia yang ada saat ini, sekitar 4,7 juta jiwa berkebutuhan khusus. Bahkan sekitar 430 juta jiwa yang lahir dengan kondisi cacat dan membutuhkan penanganan khusus.

“Apa mereka ini menginginkan mereka lahir cacat, atau keinginan orangtuanya? Tentu idak. Jadi mari kita semua memberikan perhatian yang lebih kepada mereka,” katanya. (afr/www.tribun-medan.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini