Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Januar Alamijaya
TANJUNG REDEB, TRIBUN-Memudarnya pesona wisata di kawasan hutan Tangap membuat miris salah satu tokoh pemuda di Kecamatan Teluk Bayur, Edi Djumantara mengatakan potensi dan keanekaragaman hayati yang ada terkesan tersia-siakan.
Apalagi jika mengingat saat ini Kabupten Berau kekurangan ruang terbuka yang menjadi sarana berkumpul keluarga sekaligus pendikan bagi anak-anak usia dini yang sebenranya bisa diharapkan dari kehadiran hutan tangap.
“Kita lihat saja kondisinya sekarang, sama sekali tak terurus dan luput dari perhatian Pemerintah,padahal didalamnya menyimpan potensi wisata yang mengagumkan,” katanya.
Seperti diketahui kawasan wisata di Tangap yang terletak di Kecamatan Teluk Bayur kini tak ubahnya semak belantara yang tak lagi dperhatikan keberadaannya, bahkan di lokasi itu sekarang acapkali menjadi tempat mesum karena banyak ditemukan karet pengaman dan botol minuman keras di sekitarnya.
Edi yang juga menjabat sebagai ketua KNPI Kecamatan Teluk Bayur inipun mengajukan diri jikalau Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pariwista memang merasa tdak sanggup untuk mengelola kawan itu alangkah lebih baiknya jika kemudian diserahkan pada pihak ketiga agar pesona waista hutan tangap kembali ke aslinya sebagi hutan kota dan kembali menjadi salah satu objek wisata yang dibanggakan di Kabupaten Berau.
Baca tanpa iklan