Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau
TRIBUNNEWS.COM,LEWOLEBA - Buaya-buaya di Kedang (Omesuri dan Buyasuri) Kabupaten Lembata diminta untuk tidak mengganggu manusia khususnya warga masyarakat setempat.
Permintaan ini disampaikan melalui ritual adat yang dilakukan di Dusun Bulaleng, Desa Rumang, Kecamatan Buyasuri, Senin (20/02/2012).
Ritual adat ini dilakukan atas koordinasi antara TNI dari Kodim 1624 Flores Timur dengan pemerintah dan tokoh masyarakat setempat.
Dandim 1624 Flotim, Letkol (Inf) Benny Arifin Aritonang yang menghubungi Pos Kupang Selasa (21/02/2012) mengatakan, buaya bagi masyarakat Kedang (Omesuri dan Buyasuri) Kabupaten Lembata merupakan salah satu binatang yang sakral. Karena itu, harus dilakukan ritual adat agar buaya-buaya itu bisa “dijinakkan” sehingga tidak lagi mengganggu warga.
“Kita (Kodim 1624 Flotim) dan Danramil berkomunikasidengan tokoh adat supaya buat seremoni karena buaya di omesuri itu dianggap sakral. Bisa jadi populasinya sudah banyak dan akan sangat berbahaya,” katanya.
Hadir saat seremoni adat itu, lanjutnya, ada tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, Kapolsek dan dari koramil.
“Acara dari pukul 10.00 Wita pagi hingga pukul 22.00 Wita namun tidak tampak seekor buayapun. Kita berharap jangan lagi jatuh korban,” katanya.
Baca tanpa iklan