Laporan Wartawan Tribun Lampung, Endra
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Puluhan aparat Polres Tulangbawang dikerahkan untuk meredam aksi massa yang merusak dan membakar sejumlah bangunan milik PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI), Sabtu (25/2/2012).
Sumber Tribunlampung.co.id di kepolisian menyebutkan, jumlah aparat Polres Tulangbawang yang berada di lokasi kejadian saat ini mencapai 50 personel, sementara aparat Brimob Polda Lampung belum terlihat di lokasi.
Mereka langsung menyisir lokasi kejadian dan memasang police line di sejumlah bangunan milik PT BSMI yang dibakar massa.
Hingga saat ini, Kapolres Tulangbawang AKBP Shobarmen belum dapat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut.
Masyarakat Kampung Sri Tanjung, Keagungan Dalam, dan Nipah Kuning kembali meluapkan kekesalannya dengan merusak dan membakar bangunan milik PT Barat Selatan Makmur Invesindo (BSMI) di Divisi I Mesuji, Sabtu (25/2/12) siang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunlampung.co.id, bangunan yang dibakar massa itu di antaranya, gudang, perumahan, kantor, serta pos satpam yang ada di areal Divisi I PT BSMI yang berlokasi di Kampung Fajar Baru, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji.
Selain warga dari tiga kampung itu, perusakan dan pembakaran aset milik PT BSMI itu juga melibatkan warga dari Pagar Dewa Ogan Komering Ilir, Sumsel.
Aksi massa itu diduga buntut dari kekesalan warga terkait sengketa lahan antara masyarakat dengan PT BSMI yang hingga kini tidak ada titik temunya.
Tidak ada korban jiwa dalam aksi massa tersebut. Saat ratusan massa datang, kondisi areal di divisi I memang sudah dalam keadaan kosong.
Baca tanpa iklan