Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori
TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Kepala administrator (Adpel) Ketapang Suwardi mengimbau, kepada pemilik kapal yang beroperasi di wilayah perairan Ketapang untuk waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, khususnya kepada kapal yang membawa penumpang.
“Dalam laporan BMKG untuk dua hari ini sih pelayaran masih aman, namun dengan kondisi cuaca yang terjadi hujan terus menerus saat ini tidak ada salahnya jika kapal yang akan berlayar lebih waspada, sebab hujan ini terkadang juga disertai angin,” katanya kepada Tribun Minggu (26/2/2012).
Suwardi mengatakan, dari laporan BMKG, kecepatan angin masih normal mencapai 50, 075, sehingga tidak terjadi gelombang. Namun demikian tidak ada salahnya jika para pengemudi tetap waspada, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
“Pada dasarnya kita sih selalu memberikan himbauan, baik disaat kondisi cuaca baik ataupun buruk, sebab itu memang demi kepentingan kita bersama, apalagi kalau kapal penumpang itu wajib waspada,” jelasnya
Dikatakannya, beberapa waktu lalu banyak kapal laut yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan Ketapang, tepatnya di pulau Karimata Kabupaten Kayong Utara, untuk menghindari hal serupa maka dia minta kesadarannya kepada pemilik kapal lebih berhati-hati.
“Memang sih sebagian besar kapal yang mengalami kecelakaan tersebut bukan dari Ketapang namun dari daerah lain yang hendak ke Ketapang, namun kita juga perlu untuk waspada,” jelasnya.
Suwardi juga mengharapkan kepada pemilik kapal barang agar tidak membawa barang melebihi kapasitas yang sudah dtentukan sehingga resiko kecelakaan kapal dapat diminimalisir. “Kalau ada kapal yang membawa barang melebihi dari garis muat kita akan tetap berikan teguran, karena itu sangat berbahaya bagi kapal,” tegasnya.
Sejak sepekan terakhir wilayah Kabupaten Ketapang dan sekitarnya terus diguyur hujan yang disertai angin kencang. Hujan yang terjadi tidak menentuk terkadang pada siang hari, malam bahkan terkadang juag terjadi secara mendadak, kondisi ini dikhawatirkan akan menjadi ancaman tersendiri bagi para pemilik kapal dan para nelayan.
Baca tanpa iklan