TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Warga Kecamatan Sukaratu dan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, panik menyusul gempa yang terjadi Rabu (29/1) malam. Mereka mengira gempa berasal dari aktivitas Gunung Galunggung. Terlebih sebelumnya sempat muncul hujan deras yang disertai geledek yang bertubi-tubi.
"Kami langsung ke luar rumah begitu gempa muncul sekitar pukul 20.30 karena panik. Apalagi sebelumnya muncul beberapa kali suara petir yang mirip suara gunung meletus," kata warga Jalan Bojongkoneng, Singaparna, Adu (46), Kamis (1/3).
Seorang warga Jalan Rancamaya, Ati (46), menuturkan hal yang sama. "Tetangga juga pada ke luar karena takut ada apa-apa," ujarnya.
Sesuai dengan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam situs resminya, pusat gempa berada di barat daya Sukabumi dengan kekuatan 5,1 Skala Richter.
Menurut warga Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Iwan (40), Gempa tidak terlalu kuat dirasakan di kaki Gunung Galunggung. Namun begitu, sempat membuat panik warga karena dikhawatirkan gempa berasal dari meningkatnya aktivitas kawah Galunggung. "Tapi setelah ada kabar dari Pos Pengamatan Galunggung yang menyebut gempa bersumber dari Sukabumi, kami akhirnya tetang kembali," kata Iwan.
Gempa juga terasa sampai Kota Tasikmalaya. Namun getarannya terasa kecil dan hanya sesaat. "Malam itu kami sedang menonton televisi. Tiba-tiba terasa ada getaran. Tapi kecil dan hanya sesaat. Sempat juga menunggu beberapa saat, kalau-kalau ada apa-apa. Tapi ternyata tidak terjadi apa-apa," kata Perum Batara, Olih (48).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Galunggung, Heri Supartono, mengatakan gempa yang muncul Rabu malam, tidak mempengaruhi aktivitas kawah Galunggung.
"Itu kan gempa tektonik yang tidak ada pengaruhnya terhadap aktivitas Galunggung. Terkecuali jika muncul gempa vulkanik. Tapi Galunggung hingga kini tidak mengeluarkan gempa vulkanik yang terasa langsung oleh masyarakat. Terkecuali gempa kecil yang hanya terdeteksi seismograf," kata Heri. (stf)
===
Baca tanpa iklan