Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius
TRIBUNNEWS.COM, ENDE - Tercatat sebanyak 2.300 pohon cengkeh milik petani di Desa Turunalu, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT tumbang diterjang angin kencang yang terjadi pekan lalu. Kerugian yang diderita petani diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Desa Turunalu, Ambrosius Naja mengatakan, pohon cengkeh yang tumbang pada umumnya telah berbunga dan siap dipanen.
"Dengan kejadian ini para petani dipastikan telah gagal panen cengkeh. Padahal harga cengkeh sedang bagus. Soal nilai kerugian belum bisa dipastikan secara jelas karena masih direkap namun yang pasti bisa mencapai ratusan juta," kata Ambrosius saat ditemui Rabu (21/3/2012).
Selain cengkeh tanaman komoditi perdagangan lainnya yang juga tumbang diterjang angin kencang, kata Ambrosius, tanaman kemiri. Tercatat ada 6000 pohon kemiri yang tumbang.
Angin kencang pekan lalu ujar Ambrosius ikut merusak tanaman warga berupa kopi, jagung, pisang, kakao serta tanaman umbi-umbian. Tercatat ada 20, 15 hektar tanaman jagung yang rusak serta 19,83 hektar tanaman kacang-kacangan. Kecuali itu tanaman pisang yang rusak sebanyak 1.466 pohon serta tanaman kakao ada 2.447 pohon dan tanaman kopi sebanyak 4.062 pohon.
"Penderitaan warga semakin bertambah karena rumah tinggal mereka tak luput dari terjangan angin kencang. Ada 10 rumah warga yang rusak diterpa angin," jelas Ambrosius.
Menyikapi kejadian itu, kata dia, warga bergotong royong memperbaiki rumah-rumah warga lain yang rusak.
"Untuk sementara warga yang rumahnya rusak mengunsi ke rumah tetangga sambil menunggu proses perbaikan. Pada umumnya rumah yang rusak pada bagian atap akibat terjangan angin," kata Ambrosius.
Mengenai bantuan dari pemerintah, Ambrosius menjelaskan bahwa bantuan pemerintah belum diberikan namun pihaknya tidak berharap banyak dari pemerintah.
"Artinya kalau memang ada bantuan kami terima. Sebagai kepala desa saya berkewajiban memberikan data maupun laporan kepada pemerintah kabupaten. Soal bantuan itu menjadi kewenangan dari pemerintah kabupaten," ujarnya.
Namun yang pasti katanya saat ini kondisi warga memang memprihatinkan karena selain gagal panen akibat terjangan angin sebagian warga menderita karena rumah tinggal mereka diterjang angin.
"Tanaman kopi, cengkeh maupunĀ kakao menjadi komoditas andalan warga namun kalau sudah diterjang angin maka dapat dipastikan warga akan mengalami kesulitan untuk bertahan hidup," ucap Ambrosius.
Baca tanpa iklan