News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

12 April, Ada Kejadian Apa di Yogyakarta?

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Iring iringan kirab kereta kuda dari Keraton Yogyakarta melintas di depan Gedung Agung, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (14/10/2011). Dalam gladi kirab kereta kuda untuk pengantin dari putri Sultan Hamengku Buwono X tersebut diikuti oleh prajurit keraton dan sejumlah kereta kuda, namun tidak menggunakan kereta Kiai Jong Wiyat peninggalan Hamengku Buwono VII yang akan digunkan oleh kedua mempelai menuju Bangsal Kepatihan pada hari H. (TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI)

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA -Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam rangka mengenang satu abad Hamengku Buwono IX, akan menyelenggarakan "Seabad Tinggalan Dalam Sri Sultan Hamengku Buwono IX," yang akan dimulai Kamis (12/4/2012).

Rangkaian acara dilanjutkan dengan peringatan Hadeging Nagari Keraton Ngayogyokarta Hadiningrat (peringatan berdirinya keraton Yogyakarta) yang ke-256.

Ketua Panitia Pahargyan Pengetan I Abad Hamengku Bowono IX, GBPH Joyokusumo mengatakan, rangkaian kegiatan yakni ziarah ke makan Sri Sultan HB IX di Komplek makan raja-raja Mataram, Imogiri dan peringatan I Abad HB IX di Pegelaran Keraton Yogyakarta.

Acara kembali digelar Sabtu (14/4/2012) dengan rangkaian konser musik VOTE (Voice of The East) dan Sabtu (21/4/2012) kirab budaya Mubeng Beteng menyambut 1 Abad HB IX sekaligus perayaan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-256.

"Kegiatan ini dalam rangka untuk mengenang, menghormati sekaligus menggali nilai-nilai keteladanan HB IX," ujar Joyokusumo, Minggu (1/4/2012).

Sementara, anggota trah Diponegoro, Roni Sodewo, mengatakan, Keraton, Pura Pakualam dan seluruh Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta gelisah dengan gonjang-ganting oleh status Keistimewaan yang tak kunjung selesai.

"Kami sangat berharap, semoga kondisi ini bukanlah pengulangan kejadian 187 tahun silam. Kami keluarga besar keturunan Pangeran Diponegoro dan trah laskar Diponegoro akan selalu berdiri menjadi benteng terhadap siapapun dan apapun yang akan mengoyak tata nilai adat dan budaya, nilai tata krama, nilai sejarah, kesakralan, tata pemerintahan yang telah aman dan nyaman dalam rumah tangga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Roni.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini