News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

FPI Vs Warga di Solo

Kerusuhan di Solo Kemungkinan Black Campaign untuk Jokowi

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sweeping warga di Solo.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dwi Rio Sambodo, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP mengatakan, kerusuhan di Solo antara massa FPI dengan warga, bisa jadi adalah black campaign.

"Dalam dinamika politik semua bisa terjadi," ujar Rio kepada wartawan, seusai mengikuti diskusi publik antara Komunitas Guru DKI Jakarta bersama balon gubernur, di Gedung Menza, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5/2012).

Namun demikian, Rio yang mewakili Joko Widodo dalam diskusi publik mengungkapkan, adanya black campaign belum 100 persen benar, dan pihaknya masih mencari fakta dan bukti-bukti otentik.

"Ketika kami menyimpulkan peristwa tersebut, kami sudah punya basis bukti dan data, dan pasti kami jadikan bahan pokok untuk menyimpulkan dan publish kepada media dan publik," terang Rio.

Sebelumnya, terjadi bentrok antara Front Pembela Islam (FPI) dengan warga di kawasan Jebres, Solo, Jawa Tengah. Kejadian itu mengakibatkan dua orang luka terkena sabetan senjatan tajam.

Bahkan, menurut anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP Eva K Sundari, bentrokan itu sengaja dikonstruksikan di akhir pekan, bersamaan dengan jadwal kampanye Jokowi ke basis-basis masyarakat di Jakarta.

Sebab, pasangan itu sudah direncanakan untuk menghadiri 25 pertemuan dengan masyarakat pada Sabtu hingga Ahad (6/5/2012) malam.

"Gangguan tersebut, selain menghalangi kampanye Jokowi, ditujukan juga untuk menciptakan kesan bahwa Jokowi tak mampu menjaga keamanan di Solo, sehingga bisa menjadi bahan kampanye hitam di Jakarta," beber Eva. (*)

Berita Terkini Regional

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini