News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilkada Buton, Lembaga Survei Saling Serang

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan wartawan Tribun Timur,  Ilham

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Saling serang, memojokkan, mengejek, mencaci, mengingkari, merayu, menakuti, menindas, adalah hal lumrah buat orang-orang yang terlibat politik praktis. Namun di dunia para dedengkot (lembaga survei) tidak sebegitu seringnya.

Aksi saling serang diantara surveyor setidaknya mengundang tanda tanya bagi publik, terkhusus bagi politisi yang rajin-rajin menggelontorkan duit berkarung buat para dedengkot.

Di Sulsel, dua lembaga survei, Jaringan Suara Indonesia (JSI) dan PT Lingkaran Jurnal Indonesia (LJI) terlibat "perang sengit". Keduanya baku amuk di Sulsel terkait hasil pendampingan mereka di pilkada ulang Buton, Kendari, Sulawesi Tenggara 2012.

Direktur Komunikasi dan Media Analisis PT LJI Dedi Alamsyah mengklaim telah menumbangkan JSI di Buton. Hasil sementara Quick Count Pilkada Buton dimenangkan pasangan Umar-Bakri yang didampingi LJI. Sementara pasangan putra incumbent Buton Agus-Yaudu yang didampingi JSI, kalah telak.

Klaim menang LJI dengan sigap dilempar ke berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Alhasil, ulah LJI ini mengundang reaksi Manajer Pemenangan JSI Wilayah Sulawesi, Irfan Jaya. Betapa tidak, ini menyangkut masa depan JSI di mata politisi.

Irfan yang saat ini disewa calon gubernur incumbent Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini menyebut LJI sembarang omong. Menurut Irfan, klaim menang LJI tidak sah. Irfan mengakui, JSI tidak pernah
mendampingi salah satu kandidat di Pilkada Buton namun itu pada pemilihan sebelumnya.

"Sebaiknya mereka (LJI) bisa membuktikan agar tidak dianggap mengada-ada. Mereka (LJI) berbicara tanpa bukti dan cenderung berhalusinasi. Saya menantang pihak LJI untuk membuktikan bahwa JSI memang mendampingi salah satu kandidat di pemilihan ulang Buton, sekali lagi saya tegaskan JSI di pilkada ulang Buton tidak mendampingi siapapun," kata Irfan, Minggu (20/5/2012)

Namun, Irfan mengakui, di Pilkada pertama yang diulang, saat itu JSI mendampingi calon bupati Agus Feisal Hidayat dan saat itu dimenangkan oleh Agus namun karena suatu hal akhirnya Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk dilakukan pilkada ulang.

"Dalam benak kami adalah JSI tetap dikontrak Agus Feisal Hidayat (Putra Bupati Buton), kalaupun tidak memangnya LJI harus tahu urusan dapurnya orang. Apa yang terjadi antara LJI dan JSI adalah dinamika  yang harus “dinikmati” dengan bijak dan dewasa. LJI tidak pernah malu dan ragu untuk mengakui kekalahan, jadi tidak mungkin kami mau jual harga diri kami hanya untuk sebuah kebohongan belaka," kata Dedy kepada Tribun Timur via telepon selularnya, Makassar, Minggu (20/5)

Tak puas dengan kata-kata itu, Dedy balik merongrong dapur Irfan. Bahwa Irfan bukan seutuhnya JSI. "Kami bangga sebagai pemilik dan sekaligus “Pembantu” dirumah kami (LJI). Beda halnya dengan orang (Irfan) yang masih kerja sebagai “pembantu dirumah orang lain (JSI)," Dedy menambahkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini