News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Situs Keraton Pleret Kembali Ditemukan

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Batu bata yang diperkirakan merupakan situsa jaman Kerator Pleret

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Jejak-jejak sejarah peninggalan Keraton Pleret kembali ditemukan oleh Tim Ekskavasi Dinas Kebudayaan Provinsi DIY yang dipimpin oleh Rully Andriadi selaku koordinator lapangan.

Setelah sebelumnya tim melakukan ekskavasi sejak bulan April lalu. Pada Senin (21/5/2012) siang. Tim berhasil memetakan potensi arkeologis melalui metode probing. Yaitu dengan menusukkan batang besi kedalam tanah.

Akhirnya setelah penggalian lobang pertama dan mencapai kedalaman sekitar 50 cm, cangkul Jumali tenaga gali menyangkut benda yang diketahui sebagai tumpukkan batu bata merah besar berukuran 15 X 30 cm.

Susunan batu bata merah tersebut terlihat masih ada yang rapi. Ditiap bata ada bekas colekkan tangan, layaknya batu bata yang sekarang diproduksi.

Rully mengungkapkan, temuan ini adalah kelanjutan dari temuan tahun 2009. "Temuan kali ini hampir mirip dengan struktur yang kita temukan pada tahun 2009. Kita duga ini merupakan struktur salah satu bagian bangunan Keraton Pleret. Namun untuk pastinya bagian pagar atau yang lain, masih terus kita pelajari," terangnya pada Tribun Rabu (23/5/2012) di sela-sela ekskavasi.

Penemuan ini kemudian menjadi sangat berarti untuk mengungkap seluk beluk tata ruang Keraton Pleret. Selama ini untuk mengetahui gambaran tata ruang Keraton, Rully menggunakan dua peta sebagai data pustaka. Satu peta berasal dari Keraton Jogja tanpa tanggal pembuatan peta dan satu lagi dari Belanda karya Roffaer buatan tahun 1889.

Dari kedua peta tersebut kemudian timnya membuat peta yang dikolaborasikan dengan pencitraan satelit, sehingga mempermudah tim dalam proses ekskavasi, kata Rully.

Perlu diketahui menurut sejarah, Keraton Pleret adalah turunan dari Keraton Mataram Kotagede. Keraton Mataram sendiri berawal dari Kotagede dengan Panembahan Senopati sebagai Rajanya. Kemudian mempunyai cucu Hanyokrokusumo atau yang dikenal dengan Sultan Agung.

Sultan Agung mempunyai anak bernama Susuhunan Amangkurat yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan Keraton Kotagede ke Keraton Pleret dengan terlebih dahulu memerintahkan masyarakat membuat batu bata sebagai bahan mendirikan Keraton. (Tribun Jogja/Yud)

Baca juga:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini