TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rektor Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah, Basir Cyio mengaku siap jika dirinya dijadwalkan pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proyek pengadaan alat-alat laboratorium yang berhubungan dengan tersangka Angelina Sondakh.
Bahkan, jika dipanggil, Basir menegaskan akan membawa staf-staf Universitas Tadulako yang mengetahui proyek Angelina Sondakh tersebut pada 2010 di Universitasnya.
"Saya siap untuk memberikan keterangan soal proyek pengadaan alat-alat laboratorium ini jika memang diminta KPK. Tapi saya tidak bisa memberikan informasi lebih jauh soal ini karena saya menjabat Rektor pada tahun 2011," kata Basir saat dihubungi wartawan, Rabu (6/6/2012).
Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Johan Budi mengungkapkan KPK bisa saja memanggil Rektor Universitas yang menerima proyek-proyek yang dikaitkan dengan Angie itu.
Menculnya nama Universitas Tadulako ini, menyusul dengan pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang menyebutkan jika Angelina Sondakh telah menarik upeti sebagai balas jasa pembahasan anggaran di Universitas yang menerima proyek pengadaan alat-alat laboratorium itu.
Setidaknya ada 3 universitas yang disebut Nazaruddin malam tadi. Universitas Tadulako satu diantaranya. Namun, ketiganya merupakan universitas yang ditarik uangnya untuk membuat 1 juta lembar kalender Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Klik Juga:
Baca tanpa iklan