TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Rencana membebaskan bea peron bagi pengunjung di Waving Gallery (anjungan) Bandara International SMB II Palembang segera diberlakukan usai Hari Raya Idul Fitri Agustus 2012 mendatang.
"Kita sedang rehab untuk ditempati outlet-otlet kedai yang akan berjualan makanan dan minuman yang dijamin murah. Sehingga Insya Allah setelah lebaran nanti pengunjung yang hendak mengantar keluarganya berangkat umrah bisa melihat pesawatnya terbang di waving gallery dan tidak lagi dipungut peron," ungkap GM PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang Palembang, T Said Ridwan ST MM.
Menurut Said, tadinya konsep membebaskan bea peron bagi yang khusus berbelanja makanan dan minuman di outlet dalam Waving Gallery (anjungan) Bandara International SMB II Palembang. Tapi sekarang ini diubah rencana tersebut dengan membebaskan semua yang ke waving gallery.
"Nanti akan tertutup dari penjualan makanan dan minuman di atas yang dibeli pengunjung. Kita sudah sampaikan untuk menjual makanan dan minumannya tidak mahal sehingga bisa dijangkau," kata Said Ridwan.
Mantan Kepala Cabang Bandara Depati Amir Pangkalpinang ini, tentunya berharap dengan adanya perubahan yang dilakukan ke depan, pengunjung dan pengguna jasa bandara ini akan semakin nyaman dan timbul rasa memiliki bandara wong kito ini.
"Kita ingin ubah kebiasaan merokok sembarangan di tempat umum bandara. Itu di dekat Exelco itu sudah kita sediakan tempat," ujarnya.
Menanggapi rencana bakal dibebaskannya bea peron yang selama ini harus membayar karcis Rp 3.300 per orangnya, beberapa pengguna jasa Bandara International SMB II Palembang menyambut senang.
"Kita senanglah bisa ngajak anak-anak melihat pesawat dari atas. Selama ini kita bisanya melihat dari balik pagar itu pun kalau pesawatnya di garbarata 6. Nah kalau pesawatnya parkir di tengah ketutup gedung, kan gak kelihatan. Mudah-mudahan eskalatornya bisa jalan nantinya, karena selama ini kita harus bercapek-capek menaiki tangganya," ujar Lina yang mengaku sering mengantar keluarga berangkat.
Sementara Manager Teknik PTAP II Palembang, Tamzil Yunus mengatakan sebetulnya beberapa waktu lalu kawasan waving gallery ini sudah direhab, namun lantaran desainnya tidak cocok maka diperbaharui lagi.
"Untuk eskalator itu sebetulnya sudah bisa beroperasi, namun supaya bisa terkontrol karena banyak juga anak-anak makanya dimatikan. Nanti kalau di atas sudah betul-betul beroperasi dan nanti ada yang mengawasi akan kita operasikan supaya terkontrol," terang Tamzil.
Baca juga:
- Suami Tinggalkan Anak Istri Saat Harta Sudah Habis
- Akhirnya Kediri Raih Adipura Setelah 22 Tahun
- 76 Siswa Binjai Diterima PTN Lewat Jalur Undangan
- Nama-nama Perguruan Tinggi Swasta di Yogya
Baca tanpa iklan