TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka, mengunjungi keluarga Dedeng Bin Abid Seorang Tenaga Kerja Indonesia berasal dari Sukasari, Purwasari Karawang, Jawa Barat. Dedeng adalah TKI yang meninggal akibat kecelakaan di Arab Saudi pada tanggal 20 Maret yang Lalu.
Almarhum Dedeng tiba di kampung halamannya di Karawang, tanpa ada penyerahan dari Kemenlu maupun BNP2TKI. Semua proses dilakukan oleh pihak keluarga sendiri dan langsung dimakamkan di kampung halamannya.
" Kedatangan saya kesini, untuk ikut berbelasungkawa, mudah-mudahan warga disini tidak lagi menjadi TKI. Kalau keinginan kuat, maka harus punya keahlian," ujarnya kepada wartawan, Karawang (11/6).
Dalam kesempatan itu Rieke menjelaskan, DPR sedang merevisi UU Penempatan dan perlindungan TKI menjadi RUU perlindungan kerja Indonesia di Luar Negeri. Dengan demikian, ujarnya, TKI diluar negeri bisa terlindungi secara maksimal dan mendapat kesempatan kerja di Indonesia.
"Kita sedang usaha untuk memperjuangkan revisi tersebut termasuk revisi Permen 17/2005 terkait komponen hidup lalyak. Dan khusus untuk Karawang citranya sebagai lumbung beras harus dikembalikan, bukan lumbung TKI," tambahnya.
Rieke yang didadimpingi anggota komisi A DPRD Provinsi Jawabarat Deden Darmansyah, menyampaikan uang duka dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk meringakan beban keluarga korban setelah ditinggal almarhum
Dalam kunjungannya tersebut, Rieke Diah Pitaloka mengucapkan terimakasih kepada Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat yang telah bersedia berbicara. Langsung lewat telepon dengan istri korban dan berkenan membantu keluarga Korban untuk mengurus uang Asuransi yang menjadi hak keluarga ditambah uang kerohiman.
Selesai menjenguk keluarga Dendeng, Rieke bersama rombongan menjenguk TKI lainya yaitu, Estilawati Binti Darsilam warga Dusun Pulowideng, Jayanegara, kecamatan Tempuran, Karawang yang baru bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga setelah 10 tahun dinyatakan hilang.
Baca tanpa iklan