Laporan Wartawan Tribun Medan, Adol Frian Rumaijuk
TRIBUNNEWS.COM, PEMATANGSIANTAR – Kesadaran sanitasi atau kebersihan warga kota Pematangsiantar berpengaruh besar bagi keberhasilan menekan jumlah penyebaran wabah Demam berdarah (DBD). Dari data tahun ke tahun, Kota Pematangsiantar telah endemis atau tidak mungkin tidak ada DBD setiap tahunnya. Bahkan, selalu berfluktuasi.
Hanya saja, bukan berarti kondisi ini tidak bisa ditekan dengan upaya-upaya mulai dari hal paling sederhana dan berskesinambungan. Tingkat kesadaran masyarakat akan perlunya sanitasi akan menekan pertumbuhan nyamuk penyebar wabah DBD ini.
Periode Januari hingga April 2012 saja, kasus DBD di Kota Pematangsiantar mencapai 177 kasus yang didominasi usia 4-9 tahun. Dimana dari jumlha tersebut menurut perbulannya yaitu Januari 32 orang, Februari 47 orang, Maret 48 orang, dan April 50 orang. Sementara dari jumlah tersebut, sebanyak 54 orang usia 4-9 tahun.
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Esriani Saragih saat ditemui di kantornya, Selasa (12/6/2012). “Kota Siantar endemis dengan DBD, namun tidak menutup kemungkinan kita lakukan penekanan,” katanya menjelaskan.
Baca juga:
- Ajudan Sering Terima Pesan untuk Gubernur Riau
- Pengadaan Pakaian DPRD Siantar Habiskan 345 Juta
- Penertiban Plat Nomor TNI/Polri di Medan Baru Wacana
- MUI Deliserdang Desak Bupati Tes Urine PNS
Baca tanpa iklan