Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen
TRIBUNNEWS.COM, SANGATTA - Warga Kutim terancam krisis air bersih. Sumber air baku yang berasal dari Sungai Sangatta sangat keruh dalam dua minggu ini. Tercemarnya Sungai Sangatta membuat kualitas air PDAM menurun.
Hal tersebut diakui Direktur Utama PDAM Tuah Benua, Kutim, Adji Mirni Mawarni, saat ditemui Tribun Kaltim (Tribun Network) di kantornya, Rabu (13/6/2012).
"Standar air baku yang layak diolah itu maksimal 500 NTU, tetapi air yang berasal dari Sungai Sangatta itu kadar minimalnya saja 900 NTU," ujar Mawar, sapaan Adji Mirni Mawarni.
NTU adalah singkatan dari Nephelometric Turbidity Units (satuan kekeruhan air). Istilah yang digunakan untuk menakar kadar kekeruhan air baku olahan.
Mawar menambahkan, dalam 12 hari terakhir, kualitas air baku yang berasal dari Sungai Sangatta mencapai 3.000 NTU. "Dengan kondisi seperti itu bisa jadi kapasitas produksi kami kurangi, atau bahkan dihentikan," kata Mawar.
BACA JUGA:
- 50 Hektare Lahan di Karo Terbakar
- Karyawan PT Adi Mitra Tewas Tertimpa Kayu
- Pembunuh Bonek Dihukum Enam Tahun
- Ratusan Ijazah Palsu Beredar di Jawa Timur
Baca tanpa iklan