Laporan Wartawan Tribun Yogya/ Agung Ismiyanto
TRIBUNNEWS.COM GUNUNGKIDUL, - Dua kecamatan di Gunungkidul yaitu kecamatan Tanjungsari dan Girisubo sudah mengajukan permohonan dropping air. Seperti biasanya, dropping air merupakan salah satu kegiatan rutin memasuki musim kemarau di Gunungkidul. Pihak Pemkab pun telah mengeluarkan nota dinas terkait dropping air tersebut.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) pemkab Gunungkidul, Dwi Warno Widi Nugroho menjelaskan bahwa pihaknya sudah akan melakukan dropping pada Senin (18/6/2012) hari ini. "Kami melaksanakan dropping air di dua kecamatan yang telah mengajukan permohonan. Kami saat ini sudah melakukan kesiapan armada," jelasnya kepada Tribun Jogja.
Menurutnya, beberapa kecamatan yang mengajukan permohonan dikarenakan faktor keadaan cuaca yang semakin panas. Selain itu juga, menurut Dwi Warno, masyarakat sudah mulai krisis air. Hal tersebut dilihat dari bak penampungan Air hujan (PAH) yang mulai mengering dan berkurang isinya. Bahkan, beberapa warga telah membeli air.
Pihaknya kemudian membuat nota dinas, setelah sebelumnya rapat bersama semua camat se Gunungkidul, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan PDAM. Sesuai dengan nota dinas nomor 460/753 tentang laporan hasil rapat persiapan dropping air tahun 2012, terdapat delapan kecamatan dan 27 desa yang akan mendapat dropping air.
Adapun delapan kecamatan yang nantinya mendapatkan dropping air adalah sebagian kecamatan Girisubo, sebagian kecamatan Rongkop, Sebagian kecamatan Tepus, sebagian kecamatan Tanjungsari, sebagian kecamatan Nglipar, sebagian kecamatan Ngawen, sebagian kecamatan Semin, sebagian kecamatan Panggang.
Sementara dana yang akan digunakan untuk dropping air tersebut sebesar Rp 442, 470 juta termasuk dana untuk operasional mobil dan upah sejak Juli hingga Oktober 2012. Di tahun 2011, dana dropping air mencapai Rp 393.470 juta. Dana tersebut terealisasi Rp 321,374 juta dan terdapat sisa anggaran sebesar Rp 164.893.500.
Dengan estimasi 3000 tangki air dengan kapasitas 5000 liter. “Hanya saja bantuan air ini akan kami berikan khusus bagi warga miskin. Permohonan itu segera kami tindaklanjuti dengan memberikan bantuan air bersih menggunakan armada 6 mobil tangki yang ada," jelas Dwi Warno.
Dia mengatakan, berbagai persiapan untuk pelaksanaan droping air sudah dilakukan. Selain kesiapan kendaraan mobil tanki, juga wilayah yang akan dijangkau bantuan. Hanya saja, untuk pelaksanaan dilapangan, diakui Dwi Warno Widi Nugroho akan bekerjasama dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat.
Secara terpisah Camat Tanjungsari, Edi Basuki menjelaskan bahwa pada periode minggu pertama dropping air akan mencakup wilayah desa Ngestirejo. Nantinya diperkirakan lima tangki perhari hingga satu pekan, akan hilir mudik di 10 padukuhan di Ngestirejo, Senin (18/6) hari ini. "Memang, permohonan ini kami ajukan. Masyarakat juga sudah mulai membutuhkan air. Telaga juga sudah surut," jelasnya.
Sementara memang ada beberapa desa yang membutuhkan dropping air, seperti Kemiri, telaga Dayak dan Kemadang. Namun, kini masih diprioritaskan di Ngestirejo. Mekanismenya, lanjut Edi truk tanki akan menyalurkan air ke bak penampungan air. "Nantinya, akan dikoordinir oleh kepala dusun atau RT. Utamanya bagi masyarakat yang memang kurang mampu dan sangat membutuhkan air tersebut," tukasnya. (ais)
Baca tanpa iklan