TRIBUNNEWS.COM,KEDIRI - Demam Piala Eropa tidak hanya melanda kaum pria. Penggila bola (gibol) perempuan di Kabupaten Kediri pun ikut terimbas ingar bingarnya perhelatan akbar sepakbola benua biru itu. Gibol perempuan bahkan menggelar kompetisi liga sepakbola wanita (Galanita) berbarengan dengan gelaran Euro.
Ada 14 klub sepakbola perempuan yang ikut bertarung di ajang Galanita. Kompetisi ini digelar di lapangan Desa Gadungan Kecamatan Puncu selama lebih kurang sebulan mulai Selasa (19/6/2012). Mereka memperebutkan piala dan uang tunai berjumlah jutaan rupiah.
Panitia Galanita, Suismoyo mengatakan, selain digelar untuk menyalurkan demam Euro, kompetisi ini juga dimaksudkan untuk mencari bibit muda berbakat sepakbola putri. “Kompetisi ini dipantau oleh pengcab PSSI. Kalau ada pemain yang bagus akan langsung direkrut untuk memperkuat tim daerah,” ujarnya.
Setiap tim yang tampil berjumlah tujuh orang dengan waktu pertandingan 2 X 25 menit. Yang menarik, para pemain tidak hanya berusia remaja melainkan juga ibu – ibu. Misalnya tim yang terdiri dari para guru SD dari Kecamatan Puncu. Bahkan pemain yang turun dalam galanita tidak hanya pemain amatir, melainkan juga pemain profesional yang didatangkan dari klub sepakbola perempuan luar daerah.
Seluruh pemain bertanding dengan sepenuh hati. Mereka all out mengolah si kulit bundar agar bisa menerobos gawang lawan. Tidak jarang mereka harus kontak badan dengan pemain musuh hingga jatuh bergulingan. Di luar lapangan, penonton pun tampak ramai memberikan dukungan bagi tim yang dijagokan.
“Rasanya seperti melihat sepakbola biasa. Tendangannya tidak kalah dengan pemain laki – laki,” kata Aris (22) salah satu penonton.
Baca tanpa iklan