News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hotel Planet Holiday Diserang

Kapolda Kepri: Jangan Nilai Kami Berpihak

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang polisi berjaga jaga di halaman hotel Planet Holiday Batam. Tampak kaca berserakan dekat pos masuk hotel yang kini dipasang police line.

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Bentrok antardua kelompok di Hotel Planet Holiday Batam, Senin (18/6/2012) lalu, terus menyita perhatian publik. Di hadapan Muspida Batam dan tokoh masyarakat, Kapolda Kepulauan Riau, Brigjen Yotje Mende menegaskan pihaknya tidak akan pandang bulu dalam penyidikan rusuh yang mengakibatkan seorang warga tewas itu.

Yotje menegaskan, kepolisian akan memproses setiap orang yang terbukti bersalah. "Jangan menilai kalau kami berpihak, kami akan profesional dalam bekerja, sekarang ini Karto juga kami periksa," ujar Yotje saat pertamuan dengan Muspida Batam dan unsur masyarakat di Golden Prawn Batam, Sabtu (23/6/2012).

Penegasan Yotje juga didengar langsung oleh keluarga korban bentrokan. Karto adalah pemilik Hotel Planet Holiday. Karto memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Polresta Barelang. Ia diperiksa sebagai saksi dalam bentrokan terkait masalah lahan itu.

"Tentu semua menginginkan suasana Batam menjadi aman, damai, dan tidak ada lagi korban jiwa. Kami akan terus melakukan penyelidikan kasus ini," tegas Yotje.

Kepolisian telah menetapkan Tony Fernando sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tony dinyatakan tersangka setelah polisi memeriksa CCTv yang ada. Dari CCTV terlihat saat kejadian Toni memberikan aba-aba kepada anggotanya.

"Dari CCTv terlihat jelas kalau Tony memberikan aba-aba," ujar Yotje.

Untuk hal ini, Yotje menegaskan ini bukan perang suku, tetapi ini merupakan masalah pribadi antara Tony dan Basri.

"Kedua kubu ini bertengkar murni karena masalah pribadi," lanjut Yotje.

Usai Yotje berbicara, Kapolresta Barelang Kombes Pol Karyoto juga berbicara di atas podium. Karyoto mengatakan dalam hal ini yang patut dipersalahkan adalah dirinya. Karena dia tidak berhasil meredam kejadian itu dan akhirnya peristiwa tersebut pecah.

"Yang patut dipersalahkan adalah saya, karena saya telah gagal meredam pertikaian ini," ujar Karyoto.

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini