News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tuntut Insentif Guru Honor Dirikan Tenda di Halaman BPKAD

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tuntut Insentif Guru Honor Dirikan Tenda di Halaman BPKAD

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM SAMARINDA,- Ditengah guyuran hujan, puluhan guru honor swasta yang tergabung dalam Pegawai Tidak Tetap Harian Federasi Serikat Pendidikan, Pelatihan dan Pegawai Negeri (PTTH Fesdikari) Samarinda melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi kantor Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, Rabu (11/7/2012).

Ditempat ini, para guru mendirikan tenda Posko Bantuan Penyelesaian Data Akhir dan Pembayaran Insentif guru Swasta dan Tata Usaha (TU).

Seperti diketahui, insentif yang dituntut guru honor swasta adalah triwulan pertama 2012 sebesar Rp 1 juta rupiah perbulan untuk guru honor swasta (Provinsi Rp 300 ribu dan kota Rp 700 ribu) sementara Tata Usaha (TU) Rp 350 ribu. Terhitung hingga saat ini, insentif sudah telat 7 bulan dan seharusnya sudah masuk pencairan insentif triwulan kedua tahun 2012.

Menurut Wahyudin, Ketua PTTH Fesdikari, pendirian posko ini bertujuan untuk membantu BPKAD dalam menyelesaikan data akhir guru honor. Guru menganggap, antara Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda dan BPKAD saling lempar tanggungjawab terkait pencairan insentif. Disdik menyatakan sudah menyampaikan berkas sementara BPKAD menyatakan masih banyak data data yang salah yang harus dilengkapi Disdik.

"Kata BPKAD di Disdik dan Disdik bilang sudah di BPKAD. Makanya, supaya mudah kordinasinya kita dirikan posko disini," kata Wahyudin.

Dipaparkannya, saat ini baru 94 sekolah yang sudah mendapatkan insentif dengan total sekitar 240 guru, yang dicairkan ke rekening sekolah masing-masing. Sedangkan guru Honor ada sekitar 3500 orang dan TU 1500 orang.

"Yang dicairkan kan masih triwulan pertama. Ini kan sudah berjalan 7 bulan. Harapan kita, paling tidak 6 bulan bisa dicairkan. Tapi kenyataannya yang dicairkan baru 3 itupun belum semua cair," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini