TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Senjata api (senpi) rakitan jenis revolver dengan lima butir peluru, mengantarkan Syamsipal Fajri (28), pengusaha kebun sawit ke sel penjara. Syamsipal memiliki senpi rakitan yang nyaris sempurna dari senpi asli, didapat dari orangtuanya yang sudah lama meninggal dunia.
"Senpi baru sekali ini aku bawa jalan-jalan keluar rumah. Sebelumnya senpi hanya di rumah dan sama sekali belum pernah ditembakkan. Senpi aku temukan di lemari orangtua saya sekitar dua bulan lalu. Orangtua dulunya juga kerja usaha kebun sawit," ujar Syamsipal ketika diperiksa petugas penyidik Unit Pidum Polresta Palembang, Selasa (17/7/2012).
Syamsipal ditangkap petugas Sat Lantas Polresta Palembang Brigadir Pranomo dan Briptu Firmansyah, di kawasan Jl R Sukamto depan Mall PTC Palembang, Sabtu (14/7/2012) pukul 17.30 WIB.
Bermula Syamsipal yang mengendarai sedan Mitsubhisi Lancer merah nopol BE 1681 AQ, menerobos lampu merah Simpang Patal dari arah Celentang hinga terjadi kejar-kejaran.
Namun Syamsipal kepergok akan membuang sebuah tas dan setelah diperiksa petugas, tas yang hendak dibuang Syamsipal ternyata tas berisi senpi rakitan.
"Senpi itu aku bawa sekedar jaga-jaga. Karena aku sedang bawa uang sekitar Rp 300 juta untuk gaji pegawai kebun sawit di Sekayu. Aku ini anggota Perbakin," ujar Syamsipal yang enggan berkomentar banyak dan selalu menutupi wajah ketika diperiksa.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julinato didampingi Kanit Pidum Iptu Nanang Suprayatna mengatakan, Syamsipal kini masih menjalani pemeriksaan petugas atas kepemilikan senpi rakitan sesuai undang-undang darurat. Mengenai adanya dugaan keterlibatan Syamsipal dengan tindak pidana lainnya terkait Syamsipal memiliki senpi rakitan, hingga kini masih diselidiki.
"Secara sekilas senpi yang dimiliki Syamsipal mirip dengan senpi buatan pabrikan dengan lima butir peluru yang memang asli untuk senpi jenis revolver. Yang membedakan senpinya merupakan senpi rakitan, ketika selongsong peluru dibuka dan memang beda dengan senpi buatan pabrikan," jelas Nanang.
Baca Juga:
Baca tanpa iklan