News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

SMK Piri 1 Yogya Diancam

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TRIBUNNEWSCOM, YOGYA - SMK Piri I di Jl Kemuning Baciro Gondokusuman kembali mendapat ancaman akan diserang sekelompok pelajar, Rabu (18/7/2012).

Setelah pada Senin (16/7/2012) sore gedung sekolah tersebut dirusak puluhan pelajar berkendara sepeda motor, Rabu pagi pihak sekolah mendapat isu akan adanya serangan serupa.  Informasi dihimpun dari siswa, gerombolan pengendara sepeda motor tersebut sempat melintas di depan sekolah.

Kepala SMK Piri I, Jumanto mengatakan, isu tersebut beredar di lingkungan sekolah. Sebab itu dia kembali menghubungi Polsekta Gondokusuman. "Saya kirim sekuriti ke polsekta untuk minta bantuan," ungkap Jumanto, ditemui di sekolah itu, Rabu (18/7/2012).

Siang itu sekuriti, Budi, meluncur ke Mapolsekta Gondokusuman. Intinya, pihak sekolah merasa dalam ancaman. Jumanto menegaskan, serangan kelompok pelajar itu membuatnya prihatin. Pasalnya, sekian kali hal itu pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Sekolahnya selalu menjadi korban.

Pihaknya berusaha menanamkan kepada 700-an siswanya agar tidak melakukan hal serupa. Namun diakuinya serangan yang menyebabkan 20an kaca jendela sekolah itu pecah, menyulut emosi siswanya. "Tidak mungkin kan saya kerahkan siswa? Jadi saya minta bantuan polisi," lanjutnya.

Pada peristiwa serangan Senin sore lalu, seorang pelaku ditangkap dan diserahkan ke Mapolsekta Gondokusuman. Pelaku diketahui bernama Dimas (17) warga Tegalrejo Yogyakarta. Kapolsek Gondokusuman Kompol Hadi S, Selasa (17/7/2012), menyatakan pelaku tercatat siswa SMK Muhammadiyah III. Namun, Jumanto enggan mengklaim demikian. Pasalnya yang tertangkap baru satu. "Kan saya tidak tahu lainnya apa dari sekolah yang sama," ujarnya.

Yang jelas, serangan itu membuat pihak sekolah menanggung kerugian material dan moral. Selain harus mengganti kaca, yang dimulai Rabu kemarin, para siswa otomatis belajar di bawah ancaman.

Seorang siswa SMK Piri, Graha mengaku tidak berada di sekolah saat terjadi serangan pada Senin lalu. Pasalnya saat itu para siswa sudah pulang. Dia membenarkan bahwa Rabu pagi gerompolan pengendara sepeda motor kembali melintas di sekolahnya. "Ya was-was saja," tuturnya.

Suasana di SMK Piri hingga siang kemarin terlihat wajar, dengan beberapa kegiatan masa orientasi tampak berlangsung di halaman tengah sekolah. Sementara, beberapa pekerta bangunan sedang membenahi kaca rusak di 9 ruang sekolah akibat serangan pada Senin sore lalu.(Ose)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini