Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jariyanto
TRIBUNNEWS.COM, BANGKO - Pertikaian antara Alek (37) dan Eriyanto alias Buyung (37), warga kawasan Koni, RT 13/5, Pematang Kandis, mencapai klimaksnya, Kamis (19/7/2012), sekitar pukul 10.30 WIB.
Kedua orang yang tinggal bersebelahan dan hanya berjarak sekitar dua meter ini sama-sama menderita luka bacok. Namun, Buyung menderita luka cukup parah di bagian kepala serta pergelangan tangan kirinya putus akibat sabetan golok milik Alek.
Tidak hanya Buyung sendiri yang menjadi korban, istrinya juga menjadi korban kebrutalan Alek yang sudah kalap karena terbakar emosi. Ketiga korban dilarikan ke RSUD Kolonel Abunjani untuk mendapatkan perawatan.
Informasi yang dihimpun Tribun Jambi (Tribun Network) di lapangan, sebelum kejadian, Buyung sebenarnya sedang pergi bekerja sebagai buruh bangunan, tidak jauh dari kediamannya. Saat itu, Evi (34) dan anaknya tinggal di rumah.
Awal pertengkatan bermula saat anak Buyung sedang bermain petasan di samping rumahnya. Alek merasa terganggu dengan bunyi petasan ini, karena ia memiliki bayi yang berumur sekitar tiga bulan. Ia mendatangi rumah Buyung dan bertemu dengan Evi. Sebenarnya, kedua keluarga ini sudah sering terlibat pertengkaran dengan berbagai macam sebab.
Karena teguran dari Alex, Evi tidak terima. Sontak terjadi adu mulut di antara keduanya. Pertengkaran sempat dilerai para tetangga. Setelah dilerai, Evi lantas menelepon suaminya untuk pulang. Benar saja, tak lama berselang, Buyung kembali ke rumahnya.
Di sinilah akhirnya timbul perkelahian dan berujung pada pertumpahan darah. Alek menggenggam parang panjang demikian juga dengan Buyung. Dalam perkelahian tersebut, Buyung kalah kuat, sehingga ia menjadi bulan-bulanan Alek.
Pergelangan tangannya pun putus, diduga akibat menangkis sabetan parang Alek. Tak hanya itu, leher Buyung pun tak luput dari bacokan.
Baca Juga:
Baca tanpa iklan