News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pedagang Keripik Tempe Minta Perajin Batalkan Mogok

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Istadi (kiri) meratakan biji kedelai dalam plastik yang siap akan di fermentasi di Desa Cimanggu Barat, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat, Senin (16/7/2012). Perajin tempe mengeluhkan semakin melambungnya harga kedelai impor dalam beberapa bulan terakhir dari Rp 5.500 per kilogram dan kini menjadi Rp 7.700 per kilogram. Sehari industri rumahan yang berdiri sejak tahun 1976 ini membutuhkan enam kuintal kedelai untuk produksi. (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

TRIBUNNEWS.COM BANDUNG,  - Pedagang keripik tempe di Kosambi, Kota Bandung berharap perajin tahu dan tempe membatalkan aksi mogok produksi. Sebab, pihaknya sangat membutuhkan tempe untuk dijadikan keripik.

"Jangan sampai mogoklah. Kalau mogok, berarti saya tak bisa bikin keripik tempe," kata Yayah (46), saat ditemui Tribun di toko sekaligus tempat pembuatan keripik tempe, Selasa (24/7/2012).

Yayah pun belum mendengar jika perajin tahu dan tempe akan mogok produksi. Pasalnya, perajin tempe yang biasa memasok tempe ke Yayah tidak bercerita akan mogok.

Kemarin, Ketua Pusat Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jabar, Asep Nurdin mengatakan perajin tahu dan tempe di Jawa Barat dan sejumlah daerah di Indonesia akan mogok produksi pada 25-27 Juli. Ini dilakukan sebagai bentuk protes atas mahalnya harga kedelai.

Selain itu, perajin juga meminta pemerintah mengambil alih tata niaga kedelai. Sebab saat ini tata niaga bahan baku tahu dan tempe itu diserahkan ke pasar sehingga terjadi gejolak harga. (roh)

Berita  Terkait :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini