News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Stok Tipis, Harga Daging Ayam Naik

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ayam potong di super market

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
 
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN -- Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan Marnyala mengatakan, kenaikan harga ayam sejak menjelang Ramadan disebabkan pasokan ayam di Nunukan terus berkurang.

Menipisnya stok ayam yang tidak dibarengi dengan permintaan yang semakin tinggi menyebabkan sejumlah pedagang memilih menaikkan harga ayam. Harga ayam juga naik karena untuk mendatangkan ayam dari Sulawesi akan ditambah dengan biaya angkutan.

Meskipun begitu, ia memastikan kenaikan harga ayam yang mencapai Rp2.000 perkilogramnya masih tergolong normal.

Lebih sepekan ini harga ayam potong di Nunukan terus mengalami lonjakan. Bahkan harga satu ekor ayam potong seberat dua kilogram sempat tembus pada angka Rp71.000. Pada hari-hari biasa harga ayam dipasar dijual Rp28.000 perkilogramnya. Namun belakangan ini harga ayam rata-rata menjadi Rp30.000 perkilogramnya.

“Tidak terlalu melonjak naik hanya sekitar Rp 2.000. Itu normal saja, tidak terlalu melonjak begitu. Tetapi tetap kita pantau, bahkan bukan cuma ayam saja tapi semua sembako,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejumlah pedagang memang meminta agar Pemkab Nunukan memberikan rekomendasi supaya para pedagang bisa mendatangkan ayam dari Tawau, Malaysia. Dengan membeli ayam dari Tawau, biaya angkutan tidak sebesar jika harus mendatangkan dari Sulawesi.

Namun Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Nunukan tidak bisa begitu saja mengeluarkan rekomendasi tanpa ada persetujuan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Nunukan.

Selama ini ayam-ayam yang masuk dari Tawau tidak terdata Disperindagkop UMKM. Sebab ayam-ayam itu diimpor secara illegal.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini