Laporan Wartawan Tribun Medan, Adol Frian Rumaijuk
TRIBUNNEWS.COM, PEMATANGSIANTAR - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia, Kecamatan Siantar Sitalasari, Muslimin Akbar, kecewa terhadap razia Penyakit Masyarakat (Pekat) Polres Pematangsiantar yang dilansir kerap terlebih dahulu bocor.
Menurutnya, indikasi bocornya operasi Pekat terlihat dengan minimnya pelaku perzinahan yang terjaring dari penginapan maupun warung remang-remang di kota itu.
"Ini kan menunjukkan bahwa pengusaha sudah terlebih dahulu mengetahui tempat usahanya akan dirazia sehingga pengusaha sudah bisa mengantisipasi," kata Muslimin, Minggu (29/7/2012).
Sedangkan, bocornya operasi pekat itu kata Muslimin kemungkinan besar disebabkan adanya oknum-oknum anggota kepolisian yang bermain mata dengan pengusaha penginapan maupun warung remang-remang.
"Tolonglah polisi bertindak lebih profesional, jangan polisi pula yang membocorkan," ujarnya.
Hal itu disampaikan Muslimin yang mengetahui indikasi bocornya razia pekat yang dilakukan Polres Pematangsiantar beberapa hari terakhir. Dimana razia akhirnya terkesan dipaksakan dengan merazia kedai tuak.
Baca Juga:
Baca tanpa iklan