News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sengketa Lahan Cinta Manis

Mabes Polri Bentuk Tim Investigasi Bentrok di Ogan Ilir

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rusman, korban luka tembak oleh oknum Brimob sedang dibawa untuk dipindahkan dari Rumah Sakit Bhayangkara ke Rumah Sakit RK Charitas Palembang, Sabtu (28/7/2012). Rusman terkena luka tembak di bagian rusuk kiri, dikarenakan penembakan oknum Brimob di Desa Limbang Jaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. (TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengetahui fakta yang sebenarnya dalam bentrokan berdarah antara warga dengan anggota Brimob di desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (27/7/2012) sekitar pukul 16.00 WIB, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo membentuk tim dan sudah berangkat ke Sumatera Selatan sejak Sabtu (28/7/2012).

"Permasalahan ini masih dalam proses, Kapolri sudah mengirimkan tim, tim ini gabungan dari Bareskrim Polroi, Propam, dan korps Brimob sendiri, Tim sudah dua hari lalu berada di sana," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/7/2012).

Namun sudah tiga hari tim dari Mabes Polri berada di Sumatera Selatan, tetapi hingga saat ini belum diketahui apa hasil temuannya di lapangan. Menurut Agus, tim saat ini sudah melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan kewilayahan untuk dapat mengungkap fakta yang sebenarnya.

"Kita harapkan masyarakat membantu kami dengan memberikan informasi sesuai dengan fakta, kalau tidak sesuai fakta tentu akan sulit menguungkapnya. Setiap yang diinformasikan masyarakat pada kita akan dilakukan penelusuran lebih lanjut," jelas Agus Rianto.

Peristiwa berdarah yang menyebabkan seorang anak bernama Angga (13) tewas tersebut diawali dengan hilangnya sejumlah pupuk milik PTPN VII rayon 3 pada 17 Juli 2012.

Kemudian pihak kepolisian melakukan penelusuran ke tempat-tempat yang diduga disembunyikan pupuk, sambil mengadakan patroli dialogis ke warga desa.

Setelah itu, iring-iringan kendaraan polisi yang sedang berpatroli tiba-tiba diserbu warga, menggunakan senjata tajam dan lemparan batu, sampai pada akhirnya anggota kepolisian pun melakukan tindakan pengamanan dan melakukan langkah-langkah penegakan hukum.

Akibat kejadian itu, tiga orang dinyatakan luka parah yakni Farida (35) mengalami luka tembakan di lengan bawah kiri, Rusman bin Alimin (37) mengalami luka tembak di bagian rusuk, dan Yarman (47) mengalami luka tembak di tangan. Ketiganya dirawat di Puskesmas Tanjung Batu. Sementara, Angga (13) meninggal di tempat tertembak di bagian kepala.

Peristiwa tersebut terjadi buntut dari sengketa lahan PTPN VII Cinta Manis dengan warga. Sejak bentrok warga dengan aparat kepolisian di PTPN VII, polisi terus melakukan patroli guna pengamanan dan sosialisasi kepada warga.

Ayo Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini